Kalau pada leg pertama lalu Juve mendominasi pertandingan sampai akhirnya menang berkat brace gol Cristiano Ronaldo setelah sempat tertinggal via gol Lautaro Martinez, sepetinya wajar terjadi. Pasalnya, tuan rumah bertanding di Giuessepe Meazza tanpa dua pemain utama, Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi, hal mana yang membuat Nerazzuri gagal mencetak gol tambahan.
Juventus sendiri mematok target ke final dan juara ajang ini mengingat persaingan di kompetisi Serie A cukup berat bagi mereka mempertahankan gelar juara yang musim lalu didapatkan. Kemenangan dua gol tanpa balas dari AS Roma di liga domestic akhir pekan tadi jadi modal bagi Si Nyonya Tua.
“Kami harus menang bagaimana pun caranya. Kami sudah melewati enam kemenangan beruntun, akan menyenangkan bisa mendapatkannya lagi di laga ke tujuh sekaligus tiket ke final,” kata Andra Pirlo, pelatih Juventus
"Kami harus bermain seperti Juve yang kami lihat dalam beberapa pertandingan terakhir," tegasnya dikutip dari Juventus TV.
Juventus mengalami awal musim yang lambat dalam musim pertama Pirlo sebagai pelatih, tetapi penampilan mereka yang membaik belakangan ini telah membantu klub Turin itu naik ke posisi ketiga dalam klasemen, lima poin di belakang Inter yang berada di posisi kedua dengan satu pertandingan tersisa. "Pertandingan bakal sulit, tapi kami sudah bersiap untuk itu,” tutupnya.
Sementara tim tam mengusung misi revans. Pasukan Antonio Conte harus bisa membalikan keadaan kalau tak ingin kehilangan kesempatan tampil di final. Perjuangan Inter bisa lebih mudah karena Lukaku dan Hakimi sudah bisa bermain di pertandingan nanti. Apalagi, di waktu bersamaan, Juventus harus ditinggal oleh bek mereka, Leonardo Bonucci, yang menderita cedera.
“Pertandingan kedua akan berbeda, itu sudah pasti. Membalikan keadaan jadi misi utama kami," tegas Conte dilansir Football Italia. “Pemain sangat termotivasi untuk mengalahkan Juve. Dengan kekuatan yang bertambah, tentu itu sangat membantu dan kami sangat focus,” sebut mantan pemain Juventus ini.
"Juventus tim kuat dan kami harus lebih baik. Saya dulunya juga pesepakbola, saya tahu kami bisa saja bikin kesalahan, tapi kami harus belajar dari situ," paparnya.
Editor: Aspian Nur