Setelah kartu merah Ibra praktis Milan digempur habis Inter karena bermain 10 orang dan tuan rumah bertekad membalas kekalahan di Serie A lalu sampai akhirnya mendapatkan skor yang sama saat mereka tumbang saat itu, 2-1. Dua gol Inter dicetak Lukaku dan tendangan bebas Christian Erikssen saat laga sudah memasuki menit ke-97. Erikssen sendiri baru masuk diakhir babak kedua dan langsung mencetak gol via free kick. Kepiawaian kiper Milan Ciprian Tătărușanu di bawah mistar gawang Milan runtuh padahal kiper yang menggantikan posisi Gianluigi Donnarumma karena skorsing itu tampil ciamik sepanjang pertandingan.
Inter pun lolos ke semifinal berkat kemenangan ini dan menunggu pemenang antara Juventus menghadapi SPAL yang bertanding dini hari nanti.
“Saya mendengar dia mengucapkan kata-kata yang tak pantas kepada saya dan istri saya,” ujar Lukaku terkait perseteruannya dengan Ibra.
Namun Ibra membantah tuduhan Lukaku itu. Tudingan ucapan rasis yang diarahkan kepadanya juga dibantah Ibra. Dilansir dari dailymail, Ibra disebut mengucapkan kata "Lakukan voodoo sialanmu, dasar keledai kecil" yang membuat Lukaku marah. Kalimat voodoo tersebut merujuk pada insiden masa lalu Lukaku di Everton. Ibra mengetahui hal itu saat masih bersama Lukaku di Manchester United dan jadi senjata untuk membuat Lukaku marah di laga pagi tadi. Pria 39 tahun itu merujuk kutipan dari pemegang saham utama Everton Farhad Moshiri, yang mengatakan pada Januari 2018 Lukaku telah menolak kontrak baru di Everton karena mendapat pesan magis voodoo.
"Kami menawarinya kesepakatan yang lebih baik daripada Chelsea dan agennya datang ke Finch Farm untuk menandatangani kontrak," kata Moshiri tiga tahun lalu. "Saat ditelepon Lukaku mengatakan sedang berziarah di Afrika atau di suatu tempat dan dia punya voodoo dan dia mendapat pesan dia harus pergi meninggalkan Everton ke Chelsea," ungkapnya.
Lukaku membantah cerita ini dan justru bergabung dengan Manchester United daripada Chelsea. Striker timnas Belgia itu sempat mengancam akan menuntut Moshiri atas klaim tersebut.
Ternyata Ibra masih mengingat kisah Lukaku itu yang sempat menjadi berita utama di Inggris untuk kemudian menyimpannya dan dipakai memancing emosi Lukaku. Kedua pemain sendiri sama-sama mendapat kartu kuning dari keributan ini.
Terlepas dari hasil ini, gelandang Inter Nicolo Barella, menegaskan timnya membuktikan lebih tangguh ketimbang AC Milan "Milan tim kuat, tapi kami lebih beruntung. Kami membuktikan lebih kuat," tegas Barella.
Nicolo Barella juga mengomentari perseteruan sengit antara Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku di pengujung babak pertama. "Hal seperti ini biasa terjadi di lapangan. Semuanya berubah ketika kami sampai ke ruang ganti," ungkapnya.
Manajer Milan Stefano Pioli menyebut kartu merah untuk Ibra jadi pembeda hasil laga ini. “Hasil yang sangat mengecewakan. Ibra tampil dan kami kuat, tapi saat dia tak ada di lapangan bersama kami, semua jauh lebih sulit. Ini pertandingan yang sangat seimbang. Jika 11 lawan 11, itu terbuka untuk hasil apa pun dan kami unggul 1-0. ” papar Pioli. (*)
Editor: Aspian Nur