Kakalahan ini membuat keperkasaan Liverpool yang tidak pernah kalah selama 68 pertandingan di markas sendiri di Liga Inggris, runtuh. Selama 1.369 hari berlaga di markas sendiri, Liverpool 55 kali menang dan 13 kali imbang. Terakhir kali Liverpool kalah di depan pendukung sendiri pada April 2017 atau tiga tahun silam saat dipermalukan Crystal Palace 1-2. Kekalahan ini begitu menyesakkan karena Burnley sejatinya tidak pernah menang di Anfield sejak 1974.
Di Liga Inggris kini hanya Chelsea yang masih memegang rekor tak terkalahkan di kandang selama 86 laga.
Ada di posisi keempat dan baru punya 34 poin dari 19 laga, selisih enam angka dari rivalnya Manchester United di puncak klasemen membuat Si Merah sulit bersaing jadi juara mengingat Manchester City juga harus dilewati padahal mengantongi 38 poin di posisi kedua, tapi baru main 18 kali.
Tak sekadar kalah, Jurgen Klopp dan pemain Liverpool terlibat kericuhan dengan manajer serta pemain Burnley saat jeda babak pertama terkait pelanggaran Fabinho terhadap Ashley Barnes. Fabinho melanggar Barnes dalam sebuah duel yang kemudian berbuntut kartu kuning dari wasit Mike Dean untuk pemain asal Brasil.
Barnes dan pemain Burnley yang tidak senang dengan kelakuan Fabinho membuat tensi meningkat. Bahkan staf pelatih yang ada di luar lapangan ikut masuk.
Pelanggaran Fabinho terhadap Barnes pun sempat dicek melalui Video Assistant Referee mengenai kemungkinan kartu merah namun itu tak terjadi. Di lorong menuju ruang ganti Klopp dan Dyche terus saling perang kata. Situasi panas tersebut sempat tertangkap kamera dan menjadi bahasan para komentator.
“Tidak ada masalah, semua sudah selesai. Kalau Dyche tidak berbicara tentang itu maka saya tidak akan membahasnya,” ujar Klopp,
Modal negative kini dikantongi Liverpool karena Mohamed Salah dkk bersiap menghadapi Manchester United di putaran kempat Piala FA, Minggu (24/1/2021) nanti sebelum menyambangi Totenham Hotspur di liga tengah pekan depan. Setelah itu, Si Merah ditantang West Ham United, Brighton and Hove Albion, sebelum empat laga krusial kontra Manchester City, Leicester City, Everton di Liga Inggris dan leg pertama 16 besar Liga Champions versus RB Leipzig.
Bagi Ashley Barnes, satu golnya berarti ganda. Selain membawa pulang kemenangan tipis 1-0, itu sekaligus menggenapkan koleksinya menjadi 100. “Sesuatu yang spesial. Mencetak gol ke-100 di tempat seperti ini rasanya sungguh spesial,” tutur Barnes. “Tetapi yang lebih penting adalah kami datang ke sini dan membawa pulang tiga angka,” imbuhnya. (*)
Editor: Aspian Nur