Tak lewat adu penalty, Bianconeri menang 2-0 dari Il Partenopei di Mapei Stadium lewat torehan gol Cristiano Ronaldo menit 64 dan Alvaro Morata di injury time babak kedua setelah pada babak pertama kedua tim bermain imbang tanpa gol. Sejatinya Napoli bisa menyamakan skor namun Lorenzo Insigne gagal mengeksekusi penalty karena tendangannya melebar dari gawang Juve yang dikawal Wozniak Szechenyi.
Ini gelar juara pertama untuk Juve di awal tahun 2021 dan perdana untuk Pirlo sekaligus revans alias balas dendam sempurna baginya terhadap Gattuso. Selain itu, torehan special dibuat Ronaldo karena satu golnya membuat CR7 kini menjadi pesepakbola di dunia yang paling banyak mencetak gol. Ronaldo jadi pemain paling subur di dunia dengan 760 gol dari 1.040 pertandingan, melewati torehan 759 gol milik Josef Bican. Legenda Ceko itu mengoleksi gol-golnya pada periode 1931 sampai 1955. Rincian torehan Ronaldo adalah 658 gol lahri di level klub. 102 gol lainnya dikemas bersama Timnas Portugal.
Di belakang Ronaldo dan Bican ada Pele dengan 757 gol, Romario 743 gol, dan Lionel Messi 719 gol. Hanya Messi yang masih aktif saat ini selain Ronaldo yang ada di daftar lima besar pencetak gol terbanyak. Pundi-pundi gol Ronaldo masih akan terus bertambah kendati usianya kini sudah mencapai 36 tahun dan Messi harus kerja keras untuk memecahkan rekor Ronaldo meski usianya 33 tahun.
Usai laga, Andrea Pirlo merasa bahagia dengan trofi perdana yang diraihnya. “Mengangkat trofi pertama saya sebagai pelatih merupakan sesuatu yang berbeda dibanding saat jadi pemain, bahkan terasa lebih baik ketimbang sebagai pemain, karena saya memimpin skuat yang hebat dan di klub yang bersejarah. Ini merupakan sesuatu yang indah," kata Pirlo.
“Kami bermain dengan determinasi tinggi dan inilah hasilnya, kemenangan. Kedua tim sudah tampil baik di final tapi kami lebih beruntung. Saya tak berpikir tentang balas dendam di Coppa Italia karena fokus kami hanya di laga ini,” tegas Pirlo.
Mengenai sahabatnya Gattuso, Pirlo memberikan komentar bijak. "Kami dua pelatih di dua bangku pemain cadangan yang penting, sekarang adalah tipe pekerjaan yang berbeda. Saya turut berduka untuk Rhino, namun gembira untuk diri sendiri. Kami terlalu berkonsentrasi untuk bergurau di tepi lapangan usai pertandingan ini," tutur mantan gelandang AC Milan dan Inter Milan serta Juventus itu.
Sementara Gattuso enggan menyalahkan Insigne sebagai biang kekalahan setelah gagal mengeksekusi penalty. Menurutnya, apa yang dialami Insigne hanyalah sebuah nasib buruk. “Di pertandingan sepenting ini, setiap pemain bisa saja mengalami sebuah nasib buruk. Termasuk gagal mengeksekusi penalti,” ujar Gattuso
“Kami meraih kemenangan maupun kekalahan bersama sebagai sebuah tim. Lorenzo Insigne tak perlu menyalahkan dirinya atas kekalahan ini,” sambung Gattuso.
Gattuso tetap merasa bangga meski timnya gagal. “Saya berterima kasih kepada semua pemain karena sudah menjalankan instruksi dengan baik, hanya hasilnya kurang berpihak kepada kami. Saya salut kepada Pirlo karena mampu mengangkat performa Juve setelah akhir pekan lalu kalah dari Inter Milan,” paparnya. (*)
Editor: Aspian Nur