Dua gol tuan rumah dilesakkan Wilfred Ndidi pada menit ke-6 dan James Maddison di menit ke-41. Ini kemenangan keenam beruntun Leicester di Premier League musim ini. Terakhir kali mereka kalah dari Everton 0-2 pada 17 Desember lalu.
Leicester saat ini mengumpulkan 38 poin dari 19 pertandingan, namun Manchester United yang mengoleksi 37 poin bisa kembali ke puncak klasemen jika menang melawan Fulham Kamis (21/1) dini hari nanti.
Di urutan ketiga ada Manchester City dengan 35 poin dari 17 laga. Liverpool mengikuti di posisi keempat dengan 34 angka dari 18 laga kemudian ada Tottenham di tempat kelima setelah mengumpulkan 33 poin.
Leicester berhasil berada di puncak setelah meraih 12 kemenangan, dua imbang dan lima kali kalah. Jamie Vardy dkk. paling banyak menderita kekalahan daripada tim-tim di empat besar lainnya.
Sementara bagi Chelsea ini jadi kekalahan ketiga mereka dalam lima pertandingan terakhir dan membuat The Blues terperosok ke urutan delapan atau delapan poin di bawah sang pemuncak klasemen.
“Kami bekerja keras untuk semua ini dan hasilnya memuaskan. Sekarang kami berada di posisi teratas, mungkin hanya 24 jam, tapi kita lihat apa yang terjadi,” kata James Maddison dikutip dari Sky Sports usai laga.
Sementara bagi tim tamu, kurang tajamnya lini serang jadi alasan dibalik kekalahan ini. “Kami dikalahkan tim yang lebih baik dan lebih tajam dari kami. Kami tidak dalam performa terbaik," ujar Frank Lampar, manajer Chelsea.
Mantan pemain Chelsea ini menyoroti dasar bermain sepakbola anak asuhnya yang kurang berkembang, mulai dari berlari sampai pergerakan tanpa bola. "Ada banyak momen di mana ketajaman kami tidak ada, itu adalah momen yang harus Anda gali dan dasar-dasarnya penting seperti berlari dan lari cepat. Kami tidak melakukan itu,” ungkapnya. (*)
Editor: Aspian Nur