"Saya pikir sepanjang Jose Mourinho meraih sukses panjang di bisnis sepak bola, dia memainkan banyak sistem dan banyak gaya permainan. Sebagai pelatih Anda harus bisa beradaptasi dengan kualitas yang Anda punya, dan mencampurkan ide yang Anda punya, dan itu salah satu kemampuan terbaik Jose Mourinho," ujar Klopp.
Klopp mendapat banyak pujian dalam beberapa musim terakhir karena mampu membawa Liverpool menjadi juara Liga Champions dan Liga Inggris lewat permainan indah. Namun, sistem itu tidak berlaku bagi Mourinho. Klopp mengatakan bagi Mourinho hasil akhir pertandingan lebih penting daripada cara melakukannya.
Klopp tidak peduli dengan anggapan Mourinho pelatih kaku. Klopp respek dengan keputusan Mourinho. Klopp sendiri memiliki keunggulan dalam statistik pertemuan melawan Mourinho di semua kompetisi. Pelatih asal Jerman itu meraih 5 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 2 kalah dari 11 pertemuan melawan The Special One.
Jose Mourinho sendiri memiliki misi ambisius pada laga ini. Pria asal Portugal itu ingin menghentikan keangkeran Anfield pada ajang Liga Inggris. Liverpool memiliki catatan impresif jika bermain di kandang. Tim asuhan Jurgen Klopp sudah 1.333 hari tidak mengalami kekalahan di Anfield pada ajang Liga Inggris.
Tim terakhir yang mampu mengalahkan Liverpool di Anfield pada ajang Premier League adalah Crystal Palace, 23 April 2017. Ketika itu dua gol dari Christian Benteke memastikan kemenangan 2-1 atas Liverpool. Rekor impresif Liverpool di kandang membuat Mourinho bersemangat.
The Special One berambisi membawa Tottenham menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan Liverpool di Anfield dalam 1.333 hari terakhir. "Semua tim kesulitan karena tidak ada yang menang di sana [Anfield]. Bahkan klub lain dengan rekor bagus di Anfield, mereka kesulitan meraih hasil bagus [belakangan ini]," ujar Mourinho.
"Benar kami mampu meraih hasil bagus melawan tim papan atas, tapi itu tidak berarti apa-apa. Kami tidak akan mengubah filosofi permainan. Kami ingin menang," sambung Mourinho. Sejak dikalahkan Palace, Liverpool tidak terkalahkan dalam 65 pertandingan kandang Liga Inggris. Dari 65 laga tersebut Jordan Henderson dan kawan-kawan meraih 54 kemenangan dan hanya kehilangan 22 poin dari 192 poin maksimal.
Sejak Januari 2019 Liverpool hanya kehilangan empat poin dari 40 pertandingan Liga Inggris di Anfield. Setelah ditangani Mourinho, Tottenham memiliki catatan cukup bagus jika melawan tim-tim papan atas Liga Inggris. Musim ini Tottenham sukses mengalahkan tim besar seperti Manchester United, Manchester City dan Arsenal.
Namun, Tottenham kalah 0-1 dari Liverpool musim lalu saat sudah dilatih Mourinho.
Sementara itu Leicester City punya peluang untuk mencuri posisi puncak klasemen Liga Inggris memanfaatkan duel Liverpool kontra Tottenham. Leicester saat ini ada di posisi ketiga klasemen sementara dengan nilai 24 poin, tertinggal satu angka dari Tottenham dan Liverpool.
Andai duel Liverpool vs Tottenham berakhir imbang dan Leicester meraih kemenangan, Jamie Vardy dan kawan-kawan bakal menjadi peuncak klasemen dengan nilai 27 poin, unggul satu angka dari Tottenham dan Liverpool. Tetapi Leicester juga tidak akan mudah memetik tiga angka di pekan ke-13 ini. Lawan yang bakal mereka hadapi di Stadion King Power adalah Everton. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Rabu 17 Desember 2020 dengan judul Liverpool vs Tottenham, Leicester Bisa Curi Puncak Klasemen