Hasil ini tak mengubah posisi Milan yang masih nyaman di puncak klasemen sementara dengan 27 poin. Unggul tiga poin dari rival sekotanya, Inter Milan, yang menguntit di posisi kedua dengan selisih tiga poin. “Laga yang mencekam, karena kami mengalami beberapa kesulitan, terutama cedera Gabbia dan Bennacer,” kata Pioli dikutip dari Sky Sport Italia.
Menghadapi Parma permainan timnya tidak begitu ciamik. Sedangkan Parma melakoni laga dengan baik. “Mengenai permainan, untuk pertama kalinya saya akan mengatakan bahwa kami tidak memiliki pola yang tepat dan sedikit lamban. Parma melakukannya dengan sangat baik dalam serangan balik," ungkapnya.
Meski gagal menang, namun hasil ini membuat Milan belum sekali pun merasakan kekalahan di liga. Rekor itu mereka catatkan sejak restart Serie A usai lockdown akibat pandemi virus Covid-19.
Itu berarti Hakan Calhanoglu cs sudah merasakan 23 laga tanpa terkalahkan di liga. Tumbangnya Atletico Madrid di LaLiga pekan lalu dari Real Madrid, kini Milan jadi satu-satunya tim di lima liga top Eropa yang belum merasakan kekalahan sejak liga-liga dimulai kembali usai lockdown seperti dikutip Opta.
Catatan ini jelas berbanding 180 derajat dengan Milan di musim lalu di mana mereka terseok-seok untuk menggapai posisi enam besar. Sementara saat ini, Milan sudah mulai menemukan kembali tempatnya di papan atas.
Bahkan, mereka kembali digadang menjadi calon juara berkat konsistensi yang ditampilkan hingga pekan ke-11. Bila berhasil juara, Milan akan mengakhiri dahaga gelar Serie A selama 10 tahun.
Terakhir kali Milan juara pada 2011 silam saat ditukangi Massimiliano Allegri. Uniknya, kala itu Zlatan Ibrahimovic juga merupakan penggawa Milan. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di viva.co.id hari Senin 14 Desember 2020 dengan judul Dahsyatnya AC Milan, Satu-satunya Tim yang Tak Terkalahkan di Eropa