“Pertandingan yang sulit. Namun kami memulainya dengan performa luar biasa dan Anda dapat melihat dari awal kami ingin menang dan menunjukkan betapa bagusnya kami, dan kami bekerja sebagai tim untuk memenangkan pertandingan ini,” jelas Benzema usai laga
Gladbach lolos karena di laga lain Inter tak mampu mengalahkan Shaktar Donetsk di Giuseppe Meazza. Yang menarik, usai kalah dari Madrid, pemain Gladbach rame-rame ke pinggir lapangan menonton laga Inter Milan kontra Shaktar di tablet staf klub. Pertandingan di Milan memang digelar hampir bersamaan. Setelah laga Madrid vs Gladbach berakhir, masih belum diketahui siapa yang menjadi runner-up grup dan pertandingan Inter menghadapi Shaktar berlangsung lebih lama karena banyaknya pemain yang menderita cedera di penghujung babak. Dan hal itu membuat laga berjalan bahkan sampai menit ke-90+7. Pemain Gladbach nobar di pinggir lapangan saat para pemain Madrid sudah masuk ruang ganti. Skenarionya saat itu jika salah satu tim berhasil mencetak gol, Gladbach akan tersingkir dari Liga Champions.
Momen pecah ketika peluit tanda pertandingan berakhir yang menandakan laga Inter vs Shakhtar berakhir 0-0. Semua pemain Gladbach berselebrasi di lapangan karena ini untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Borussia Moenchengladbach lolos ke fase gugur Liga Champions. Mereka lolos karena unggul head to head dengan Shakhtar walaupun sama-sama memiliki 8 poin.
Hasil imbang ini tidak cukup buat Inter untuk melangkah ke fase selanjutnya. Nerazzurri Inter cuma mengumpulkan 6 poin, dan menjadi juru kunci Grup B, di bawah Real Madrid (10), Borussia Moenchengladbach (8), dan Shakhtar Donetsk (8).
Kapten Inter Milan, Samir Handanovic, mengatakan timnya belum siap main di Liga Champions musim ini. Karena itu, ia mengakui bahwa timnya memang tidak pantas lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2020-2021.
“Kami bisa melakukan yang lebih baik, tetapi tidak ada waktu untuk menangisi susu yang tumpah, kami harus fokus pada Liga Italia dan Coppa Italia,” kata Handanovic. “Terbukti, Inter belum siap ke Liga Champions. Poinnya berbicara dengan jelas, kami hanya memenangkan satu dari enam pertandingan, itu tidak cukup dan kami tidak pantas untuk lolos,” sambungnya.
Setelah gagal mentas di Eropa, kini fokus utama Inter memang hanya tampil di kompetisi domestik. Untuk di Liga Italia, Inter saat ini menempati urutan kedua dan berselisih lima poin dari AC Milan yang ada di posisi puncak klasemen sementara.
Romelu Lukaku jadi sorotan dibalik kegagalan Inter ini.karena menggagalkan peluang emas pada menit akhir yang dimiliki Inter.
Lukaku hanya melakukan tiga tembakan dari 20 total tembakan yang dilakukan para pemain Inter sepanjang 90 menit. Dari 20 usaha itu, hanya empat yang tepat sasaran dan dua di antaranya dari Lukaku.
Penampilan tak impresif itu dilengkapi Lukaku dengan kesalahan yang berdampak buruk buat Inter. Lukaku mendadak jadi bek Shakhtar yang menggagalkan sundulan Alexis Sanchez.
Momen itu terjadi pada menit ke-89. Bola sepak pojok yang dieksekusi Christian Eriksen berhasil disundul oleh Sanchez yang berdiri di kotak penalti.
Namun, bola yang diarahkan Sanchez ke pojok kanan gawang justru membentur kepala Lukaku yang tidak ikut bergerak saat menyambut sepak pojok Eriksen. Alhasil, peluang yang didapat Inter terbuang sia-sia dan hakim garis mengangkat bendera pertanda offside karena Lukaku berdiri di depan para pemain Shakhtar. (*)
Editor: Aspian Nur