Tottenham ke puncak klasemen sementara dengan 24 poin. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini membuat mereka menempati urutan ke-15 dengan 13 poin.
Kombinasi Kane dan Son menghadirkan gol lagi di laga ini membuktikan keduanya kian kompak dan menakutkan bagi lini depan lawan. Ada catatan menarik dari kerja sama Kane dan Son. Keduanya menjadi salah satu duet tertajam di Premier League.
Opta mencatat, keduanya sudah mengombinasikan 31 gol di Premier League, 11 di antaranya terjadi musim ini. Rinciannya, Kane sudah memberi Son 8 assist, dan sebaliknya Son memberi tiga assist kepada Kane. Kombinasi Kane dan Son cuma kalah dari duet Didier Drogba dan Frank Lampard. Eks Chelsea itu punya kombinasi 36 gol.
Musim ini, Son sendiri sudah membuat 10 gol di Premier League, dan Kane sudah membuat 8 gol. Son bersaing dengan Dominic Calvert-Lewin (Everton), yang sudah membuat 11 gol.
Jose Mourinho puas atas hasil ini. "Ini adalah laga besar, bukan hanya karena ini adalah laga Tottenham-Arsenal. Aku ingin mengucapkan selamat kepada Mikel Arteta karena dia memberikan permainan yang menyulitkan kami," kata Mourinho kepada Sky Sports.
"Kami berhasil membaca arah permainan lawan dan membuat beberapa perubahan,” kata Mourinho. "Aku sangat senang dengan hasilnya, begitu juga penampilan timku. Tentu aku ingin mereka bermain dengan cara yang berbeda di babak kedua," kata Mourinho.
Sementara manajer Arsenal Mikel Arteta kecewa dengan langkah Thomas Partey keluar yang menurutnya membuat The Gunners kebobolan gol kedua.
Arteta menyebut Partey gagal memahami seberapa gentingnya situasi, kala berjalan keluar lapangan saat merasa kesakitan. Arteta sempat terlihat mendorong Partey agar kembali ke lapangan. Tapi terlambat, The Gunners terlanjur kebobolan. Partey pada prosesnya diganti oleh Dani Ceballos setelah gol tersebut.
"Thomas keluar, dia pincang, dia kesakitan, dia harus keluar dan kami kehilangan satu pemain di momen transisi krusial itu. Dia harusnya menjatuhkan diri di lapangan," kata Arteta. "Saya maunya dia tetap di lapangan, melakukan apapun yang bisa dia lakukan untuk tim di situasi itu. Tidak satupun memperkirakan dia tak berada di posisinya. Saya mencoba mendorongnya kembali ke lapangan, saya rasa dia tak menyadari betapa mendesaknya situasi ketika dia meninggalkan posisinya. Itu mungkin karena dia sangat kesakitan. Tidak ada yang bisa kami lakukan saat ini untuk menyelesaikan itu," imbuh mantan asisten Pep Guardiola tersebut. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di detik.com hari Senin 7 Desember 2020 dengan judul Tottenham Vs Arsenal: Menang 2-0, Spurs Puncaki Klasemen