Namun, pada abad 19, sepakbola sejatinya belum menemukan aturan yang jelas dan detail seperti offside serta lainnya. Kemudian pada 17 November 1863, Inggris mematenkan aturan sepakbola lewat federasinya, FA. Pematenan tersebut mendapat tanggapan miring dari pihak Skotlandia.
Media massa Skotlandia bahkan menyebut tindakan FA sebagai main hakim sendiri dan aturan yang diterapkan di sepakbola versi FA, tak relevan bagi mereka.
Dari sini, sentimen terhadap Skotlandia mulai muncul. Pertemuan pertama yang secara resmi diakui FIFA, terjadi pada 30 November 1872 di Hamilton Crescent, Glasgow. Sebenarnya, sebelum duel ini, Inggris dan Skotlandia sudah saling sikut.
Berbagai insiden selalu mewarnai duel Inggris versus Skotlandia. Bahkan, surat kabar sejaman di Britania Raya, menyatakan partai ini mencerminkan seni perang sesungguhnya, karena muncul gaya halus dan kasar dalam satu pertandingan.
Persaingan kemudian berkembang. Makin banyak bumbu yang masuk ke dalamnya dan membuat tensi pertandingan saat keduanya adu sikut kian panas.
Bahkan, Inggris merasa sebenarnya pertemuan lawan Skotlandia lebih penting ketimbang rivalitas dengan Jerman atau Argentina.
Dan, dengan lolosnya Skotlandia, usai mengalahkan Serbia lewat adu penalti 5-4 (1-1). kebetulan satu grup pula bersama Inggris, rivalitas kuno ini bisa Anda saksikan lagi di Piala Eropa pada 2021 mendatang.
"Saya begitu bangga dengan semua orang. Kami mampu melewati kritikan pedas, tapi saya berharap ada senyum yang terpancar di wajah orang-orang saat kami pulang. Air mata di mana-mana setelah hasil ini," terang kapten Skotlandia, Andy Robertson, dilansir Daily Mail.
Skotlandia tampil di kompetisi mayor internasional untuk kali pertama setelah absen selama 22 tahun. Tentu, kelolosan Skotlandia ke Piala Eropa, disambut begitu positif.
"Kami sadar, bisa memberikan sesuatu yang berharga kepada negara. Saya berharap semua berpesta saat kami pulang," terang striker Skotlandia, Ryan Christie.
UEFA sudah membagi grup Piala Eropa 2020 setelah empat negara terakhir lolos. Di Grup A, Turki, Italia, Wales, dan Swiss akan bersaing guna memperebutan dua posisi teratas yang akan lolos ke babak gugur. Persaingan ketat bakal terjadi di Grup B yang diisi Denmark, Finlandia, Belgia, dan Rusia.
Usai mengalahkan Serbia, Makedonia Utara mengisi satu tempat kosong di Grup C. Di grup tersebut, Makedonia satu tim dengan Belanda, Ukraina, dan Austria.
Di Grup D, Skotlandia yang lolos ke Piala Eropa 2020 secara dramatis satu kelompok dengan Inggris, Kroasia, dan Rep Ceko. Ini kali pertama Skotlandia tampil di turnamen besar setelah Piala Dunia 1998, atau sejak 22 tahun silam. Slowakia juga menjadi pelengkap di Grup E yang diisi Spanyol, Swedia, dan Polandia.
Tantangan besar akan dilakoni Hungaria yang satu grup dengan Jerman, Prancis, dan Portugal di Grup F. Grup F akan menjadi 'grup neraka' karena diisi tiga tim besar saat ini: Portugal, Prancis, dan Jerman.
Pandemi virus corona membuat Piala Eropa 2020 yang rencananya akan digelar di 12 negara pada Juni lalu harus diundur menjadi Juni 2021 mendatang.
Meski demikian, sejauh ini belum ada keputusan apakah Piala Eropa 2020 akan tetap digelar di 12 negara atau tidak. Baru-baru ini Rusia dikabarkan siap menjadi tuan rumah Piala Eropa 2020.
Pertandingan pertama pada fase grup ini akan dimulai pada 11-15 Juni 2021, laga kedua pada 16-19 Juni, dan laga terakhir di babak grup 20-23 Juni. (*)
Pembagian Grup Piala Eropa 2020:
Grup A: Turki, Italia, Wales, Swiss
Grup B: Denmark, Finlandia, Belgia, Rusia
Grup C: Belanda, Ukraina, Austria, Makedonia Utara
Grup D: Inggris, Kroasia, Skotlandia, Rep. Ceko
Grup E: Spanyol, Swedia, Polandoa, Slowakia
Grup F: Hungaria, Portugal, Prancis, Jerman
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Jumat 13 November 2020