Menghadapi Dynamo Kiev, tuan rumah unggul 2-0 lewat gol penalty Messi dan bek Gerard Pique. Tim tamu hanya mencetak satu gol via Viktor Tsygankov.
Dengan hasil ini, Barcelona masih sempurna di tiga pertandingan pertama dan memimpin Grup G dengan sembilan poin. Juventus menempati posisi dua dengan enam poin, usai menang 4-1 atas Ferencvaros. Dynamo dan Ferencvaros menempati urutan 3-4 dengan sama-sama mengumpulkan satu poin, hanya terpisahkan selisih gol.
Gol penalti penalti Messi menelurkan rekor baru di ajang ini. Messi jadi pencetak gol penalti tercepat dalam sejarah Barcelona. Messi sendiri memang sedang sangat akrab dengan penalti. Dari empat gol yang dilesakkan Messi di semua kompetisi musim ini, semuanya lahir lewat titik 12 pas. Sebelum Dynamo Kyiev, Juventus menjadi korban gol penalti sosok kelahiran Rosario itu, juga di Liga Champions. Gol tersebut lantas membawa Barcelona pada kemenangan 2-0.
Pique mengakui Barcelona bermain dengan terlalu gugup hingga kehilangan kendali. "Itu berjalan dengan baik pada babak kedua, kemudian pertandingan direnggut dari kami. Kami kehilangan kendali. Mereka membuat segalanya menjadi sulit untuk kami. Hal terbaik dari laga ini adalah ketiga poinnya," kata Pique.
Defender veteran juga menyadari timnya bukan lagi unggulan di Liga Champions, sedari beberapa tahun sebelumnya, namun menjanjikan usaha keras untuk meraih yang terbaik. "Klub ini sedang berada dalam proses dari banyak perubahan. Saya pikir itu adalah hal yang perlu karena kami sedang dalam performa yang buruk. Setiap tahun, kami menjadi semakin buruk. Kami tahu bahwa tahun ini tidak akan mudah, namun kami akan mencoba untuk bersaing pada setiap laga," paparnya. (*)