Kemenangan ini membuat Liverpool makin mantap di puncak klasemen Grup D dengan sembilan poin. Atalanta turun ke posisi ketiga dengan empat poin, kalah selisih gol dari Ajax yang secara bersamaan mengalahkan Midtjylland 2-1.
Tri gol Jota menjadi ancaman tersendiri bagi trio Firmansyah milik Si Merah mengingat sebelumnya Klopp selalu memasang Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino sebagai trisula di lini depan. Dengan kehadiran Diogo Jota, mereka tak lagi bisa bersantai.
Hattrick ke gawang Atalanta ini jelas membuat Jota makin dipandang oleh Jurgen Klopp dalam penentuan formasi inti. Jota selalu mencetak gol dalam empat laga terakhir dan total ia membukukan enam gol dalam periode tersebut. Pada laga lawan Sheffield United dan West Ham, gol Jota bahkan selalu jadi penentu kemenangan Liverpool.
Bila merujuk dari produktivitas gol, Roberto Firmino jelas jadi striker yang paling terancam dengan kehadiran Jota yang makin tajam. Namun bila mempertimbangkan pola permainan, Sadio Mane dan Mohamed Salah juga tak bisa terancam karena Klopp juga beberapa kali menempatkan Jota sebagai striker sayap.
Klopp sendiri sempat coba mencari solusi dengan memainkan keempat pemain tersebut secara bersamaan pada laga lawan Sheffield. Namun tentunya hal itu bakal mengurangi kekuatan di lini tengah yang kemudian hanya bergantung pada dua gelandang bertahan.
"Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang taktik. Pekerjaan yang dia lakukan di sini luar biasa. Malam ini melawan kami sulit, saya rasa tidak ada sistem yang bisa bertahan malam ini dari Sadio, Mo (Salah) dan Diogo (Jota), dengan cara mereka dan dukungan semua orang pemain," kata Klopp usai laga. "Itu adalah penampilan yang kami butuhkan malam ini hanya karena lawan benar-benar kuat dan dapat menyebabkan masalah besar bagi Anda, dan anak asuh saya memainkan permainan yang luar biasa,” tambah Klopp.
Sementara Jota memberi komentar dari hasil laga ini. "Saya bermain di tim terbaik dalam karier saya sejauh ini. Saya tidak tahu apakah ini momen terbaik dalam karier saya, tetapi jelas mencetak gol adalah cara saya bermain sepakbola," kata Jota. "Saya senang dengan ini, kemenangan tandang hebat di Liga Champions, momen yang bagus dan malam yang bagus," tegasnya.
Diogo Jota dibeli Liverpool dari Wolverhampton Wanderers pada September 2020. Pria 23 tahun ini langsung diikat kontrak selama lima tahun dan sejauh ini sudah mengancam posisi Roberto Firmino.
"Jelas mereka adalah dua pemain kelas dunia (Mane dan Salah), kami semua tahu kualitas mereka yang memudahkan saya untuk melakukan pekerjaan ini. Mereka luar biasa dan kami menjalani pertandingan yang hebat bersama hari ini," tegas Jota yang sekaligus jadi pencetak gol ke-10.000 Liverpool sepanjang sejarahnya.
Tak hanya Jota yang jadi sorotan, Mohamed Salah juga menorehkan catatan tersendiri. Satu gol yang dicetaknya sudah cukup untuk menorehkan namanya dalam sejarah klub.Itu adalah gol yang ke-21 dari pemain internasional Mesir tersebut di Liga Champions untuk Liverpool, mensejajarkan dirinya dengan legenda klub Steven Gerrard sebagai pencetak gol terbanyak Liverpool di kompetisi terbesar antarklub Eropa. Dia hanya membutuhkan tiga tahun untuk mencapai prestasi tersebut, setelah bergabung dari AS Roma pada musim panas 2017.
Sementara penyerang Atalanta Luis Muriel menyidir perfoma rekan setimnya usai kekalahan ini. "Sulit untuk mengomentari kekalahan semacam ini. Kami bukan diri kami sendiri. Melawan tim seperti Liverpool Anda harus 100 persen fit dan siap,” tegas Muriel.
“Kami mencoba untuk tetap bertahan dalam permainan setelah gol kedua mereka, tapi kami langsung kebobolan lagi dan ini mengakhiri pertandingan,” tambahnya.(*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Rabu 4 November 2020.