Menarik, karena kedua pelatih yaitu Zinedine Zidane dan Antonio Conte rekan setim di Juventus antara 1996 dan 2001 silam. Sekarang, mereka akan beradu strategi di pinggir lapangan.
Di matchday pertama, Madrid kalah 2-3 menjamu Shakhtar Donetsk, matchday 2, Madrid meraih hasil imbang 2-2 di kandang Borussia Monchengladbach. Sementara Inter meraih hasil imbang dalam dua laga pertamanya 2-2 menjamu Borussia Monchengladbach. Setelah itu, pasukan Conte imbang 0-0 melawan tuan rumah Shakhtar Donetsk pada matchday 2.
Madrid pun tertahan di dasar klasemen Grup B, tertinggal tiga poin dari Shakhtar serta satu poin di belakang Gladbach dan Inter. Peluang memperbaiki posisi dan lolos memang masih sangat terbuka, tapi hasil buruk lainnya jelas cuma akan mempersulit keadaan.
Inter sendiri sedang berada jauh dari performa terbaiknya. Di Serie A akhir pekan kemarin, Inter nyaris kalah sebelum memaksakan hasil imbang 2-2 saat menjamu Parma. Dengan hasil tersebut, berarti Inter hanya menang sekali dalam enam laga terakhirnya di semua ajang.
Inter juga terancam tak bisa diperkuat bomber andalan mereka, Lukaku, untuk lawatan ke Spanyol ini. Pasalnya, Lukaku mengalami cedera di laga kontra Shakhtar, dan kemungkinan besar harus absen saat melawan Madrid nanti.
Madrid sedang percaya diri. Di La Liga Spanyol akhir pekan kemarin, Madrid menang 4-1 menjamu Huesca. Hazard akhirnya mencetak gol lagi untuk Madrid setelah 392 hari. Ini tentu menjadi salah satu modal berharga untuk meladeni sang tamu.
Zidane menyadari lagan anti harus dimaksimalkan betul. Membiarkan Inter mencuri angka, apalagi poin penuh, tak cuma membuat hitung-hitungan lolos mengecil, tapi juga merusak atmosfer tim. “Inter adalah tim yang bagus, sangat mengandalkan fisik, dan mereka bermain dengan baik. Ini akan jadi laga sulit lainnya buat kami. Ini adalah sebuah final," ungkap Zidane.
"Ini adalah tiga poin yang harus kami coba untuk rebut. Setiap pertandingan kini bak final, kami tahu dan kami akan berkonsentrasi tanpa memikirkan apa yang bakal terjadi belakangan," imbuhnya.
Sementara Conte mengingatkan timnya untuk bisa tampil lebih kejam pada laga tersebut dengan memaksimalkan semua peluang yang mereka dapatkan untuk bisa mencetak gol.
"Anda harus terus bekerja keras saat latihan, Anda harus terus menciptakan peluang, melepaskan banyak tembakan, dan melakukan pekerjaan yang lebih baik di kotak penalti," ujar Conte.
"Saya berbicara tentang 'kekejaman'; tak hanya untuk para penyerang namun juga semua pemain. Tahun lalu kami mencetak banyak gol, 113, dan kami memulai musim ini dengan cara serupa. Proporsi antara peluang yang kami ciptakan dan yang berhasil kami konversi tidaklah seimbang. Kami mencetak banyak gol, namun bisa mencetak gol lebih banyak lagi. Kami melibatkan semua pemain untuk bisa berperan dalam fase ofensif saat sesi latihan," imbuh Conte. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Selasa 3 November 2020