Namun jangan pandang enteng tuan rumah. Pasalnya, Bolivia dan Argentina terakhir kali berjumpa pada Maret 2017 di Kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion yang sama, Bolivia sukses memaksa Argentina bertekuk lutut dengan kemenangan 2-0 melalui gol-gol Juan Carlos Arce dan Marcelo Martins Moreno.
Bolivia tentu berharap bisa mengulanginya. Namun, Argentina pasti bertekad melakukan pembalasan.
Menaklukkan Stadion Hernando Siles menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi juara Piala Dunia 1978 dan 1986 tersebut. Pasukan Lionel Scaloni pun dituntut kerja lebih keras lagi dalam pertandingan nanti demi bisa mendapatkan angka penuh dalam laga yang dimainkan pada ketinggian 3.637 (mdpl) meter di atas permukaan laut tersebut. "Kami tahu bahwa laga (melawan Bolivia) ini memiliki kondisi yang berbeda dengan lainnya," beber Scaloni"Tidak mudah mengalahkan Bolivia di La Paz (ibu kota Bolivia) di tempat tinggi," tutur Scaloni.
Di sisi lain, performa buruk baru saja ditunjukkan Bolivia dalam penampilan perdananya lalu. La Verde kalah 5-0 atas Brasil di markas lawan. Kini, mereka dihadapkan kembali dengan pertandingan kedua melawan tim kuat lain di Amerika Selatan. Meskipun demikian, faktor menjadi tuan rumah berpotensi dimaksimalkan penuh oleh tim arahan César Farías. Punya lokasi pertandingan dengan kadar oksigen yang tipis menjadi keuntungan tersendiri bagi Bolivia yang sudah lebih terbiasa. Maka, César Menacho dan kolega diprediksi bakal tampil habis-habisan demi mengulangi catatan apik saat mengalahkan Argentina dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 silam. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di kompas.com hari Selasa 13 Oktober 2020 dengan judul Kualifikasi Piala Dunia 2020, Tantangan Argentina Hadapi Bolivia