Dengan demikian, pemain yang baru saja mendapat anugerah kehormatan MBE dari Kerajaan Inggris itu berhak berdiri sejajar dengan tiga pemain besar Manchester United. Sebelum Rashford, ada Bobby Rashford, David Beckham serta Wayne Rooney. Bahkan Rooney yang menyandang predikat bomber tersubur sepanjang masa Inggris tersebut melakukannya dua kali.
Pelatih timnas Inggris Gareth Soutgate tak sungkan melayangkan pujian untuk Marcus Rashford dan koleganya. “Anda mencoba membantu para pemain memahami masalah yang disebabkan pergerakan lawan. Itu jelas bagi kami, tapi para pemain harus menyelesaikannya, dan mereka berhasil,” ucapnya.
“Tekanan yang diberikan Marcus Rashford dan Mason Mount sangat fenomenal. Penalti datang dalam momen kritis dan artinya kami bisa masuk di paruh waktu ketika kami perlu menyatukan grup lagi.” paparnya.
Sementara itu, di Liga A Grup 2, Belanda tampil mandul saat menghadapi tuan rumah Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje. De Oranje harus puas bermain imbang 0-0. Dalam laga lainnya di Liga A Grup 2, Italia pun mengalami nasib serupa seperti Belanda setelah ditahan Polandia. Bermain Stadion Energa Gdansk, Italia ditahan imbang 0-0 Polandia.
Menurut catatan statistik, Gli Azzurri menguasai permainan dengan ball possesion 61 persen. Mereka bahkan melakukan 16 kali percobaan, sementara tuan rumah sulit mengembangkan serangan sebab hanya tiga kali mendapat kesempatan mencetak gol.
Pelatih Italia, Roberto Mancini menilai kegagalan timnya disebabkan kondisi lapangan yang kurang terawat. Ini merupakan lapangan yang biasa digunakan Egy Maulana Vikri ketika bermain dengan Lechia Gdnask. “Kami memiliki banyak peluang, terutama di babak pertama. Tapi saya pikir kami dihukum keadaan lapangan yang mengerikan. Lapangan bukan alibi. Tapi memang kondisinya sangat buruk. Itu akan mempersulit pemain untuk mengeluarkan performa terbaik karena bola memantul secara tidak teratur,” kata Mancini.
Skor kacamata alias 0-0 juga terjadi pada big match di Liga A Grup 3 saat Prancis bertemu Portugal. Partai ulangan final Piala Eropa 2016 yang digelar di Stade de France itu berakhir antiklimaks. Kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris, coba mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut. Lloris menilai bahwa Timnas Prancis memiliki pertahanan yang solid. Terbukti, Portugal tak memiliki banyak peluang untuk bisa mengkreasikan serangan, apalagi mencetak gol. “Kami mengharapkan pertandingan ini jujur, menghadapi lawan yang tangguh. Itu adalah pertandingan yang sulit dan kedua tim tampil kuat. Kami senang dengan clean sheet karena kami melawan tim besar," ujar Lloris.
Pertandingan melawan Portugal semalam juga menjadi ajang comeback bagi Paul Pogba ke dalam skuad Timnas Prancis. Sebelumnya, Pogba telah absen dalam pertandingan Les Bleus selama setahun karena mengalami cedera. “(Pogba) sangat hadir, dia menginginkan bola. Dia memasang suaranya. Dia adalah seorang pemimpin, dan kami merasakannya. Setelah setahun absen, kami merasakannya. Tapi dia dalam kondisi baik-baik saja," jelas Lloris soal kembalinya Pogba.
Hasil imbang kontra Portugal membuat Prancis tertahan di posisi kedua klasemen Grup 2 dengan koleksi tujuh poin. Portugal sebenarnya juga mengumpulkan poin yang sama, namun mereka punya selisih gol yang lebih banyak sehingga berhak menempati posisi puncak.
Beralih ke Liga B, Norwegia sukses memetik kemenangan telah di Grup 1. Mereka menggasak Rumania dengan skor 4-0 di Stadion Ullevaal. Bomber Borussia Dortmund, Erling Haaland tampil luar biasa. Pemain 20 tahun ini sukses mencetak hattrick, dan mengukuhkan namanya sebagai top scorer sementara UEFA Nations League 2020/2021 dengan torehan 6 gol. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com hari Senin 12 Oktober 2020 dari berbagai sumber