Italia sempat mempertahankan kontrol di awal babak kedua, tapi kemudian Belanda merespons dan mengambil alih permainan. Meski demikian, tak ada gol yang berhasil diciptakan Memphis Depay dkk.
Kemenangan itu lantas semakin memperpanjang tren tak terkalahkan yang sedang dibuat oleh tim berjuluk Gli Azzurri tersebut. Total Italia kini berhasil mencatatkan rekor tak pernah kalah dari 16 laga (menang: 12, seri 3, kalah: 0) yang sudah dilalui mereka sejauh ini.
Kemenangan membuahkan tiga poin untuk Italia sekaligus mebawa ke puncak klasemen sementara Grup A1 dengan koleksi empat poin.
Belanda masih bertahan di posisi dua dengan tiga poin, Polandia di bawahnya dengan poin yang sama dengan Belanda, kemudian Bosnia-Herzegovina berada di urutan terakhir dengan satu angka.
Pelatih Italia Roberto Mancini merasa sangat senang dengan hasil yang didapatkan timnya. “Saya senang dengan mentalitas yang kami tunjukkan, dan dengan bagaimana cara kami tampil di lapangan saat laga berlangsung.
Itu semua adalah pertandingan hebat yang berhasil ditunjukkan oleh semua pemain,” kata Mancini dikutip dari twitter resmi Timnas Italia, @Azzurri usai pertandingan.
Walau memang hanya bisa mencetak saja gol saja, namun Italia tetap patut dapat apresiasi karena pertahanan mereka yang sangat kukuh. Duo bek senior, Bonucci dan Giorgio Chiellini menjadi alasan mengapa lini pertahanan Italia begitu kuat dan sulit tertembus.
Sementara caretaker timnas Belanda Dwight Lodeweges mengapresiasi sang lawan. Menurutnya Belanda yang ingin bermain menyerang kalah bagus dari Italia yang juga berinisiatif serupa.
"Kami dikalahkan tim hebat yang pada dasarnya ingin melakukan hal sama dengan kami, tapi mereka melakukannya dengan lebih baik malam ini," kata Lodeweges kepada laman UEFA
Menurut pelatih sementara tersebut, timnya tidak saling membantu satu sama lain di babak pertama. Hal inilah yang ditengarai menjadi penyebab kebobolan mengingat gol Italia berasal dari permainan terbuka.
"Berlari cepat dan bekerja keras tidaklah cukup. Ketika kami menguasai bola, kami cepat kehilangannya. Itu membuat ruang jadi terbuka lebar," ujarnya.
Lodeweges masih optimistis memetik hasil positif di kemudian hari, meski berstatus juru taktik sementara setelah Ronald Koeman memutuskan pindah ke Barcelona.
"Kalah dari lawan yang hebat memang tidak menyenangkan, tapi ini kesempatan bagus untuk belajar. Kami masih bisa melangkah lagi ke depan," tegasnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dikutip korankaltim.com dari berbagai sumber hari Selasa 8 September 2020