Sementara itu, Italia gagal menang saat menjamu Bosnia-Herzegovina. Tertinggal oleh gol Edin Dzeko menit 58, pasukan Roberto Mancini menyamakan skor jadi 1-1 lewat gol gelandang klub Inter Milan, Stefano Sensi, di menit 68.
Karena itu tuan rumah De Oranje sudah pasti mengincar kemenangan, yang akan membuat mereka semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan enam poin dari dua laga. Namun, Azzurri siap memberikan yang terbaik demi coba mencuri poin maksimal.
"Kami bermain cukup baik melawan Polandia. Mereka memiliki tim yang kuat. Sekarang kami bersiap menghadapi Italia. Menurut saya, permainan mereka mirip seperti kami," kata pelatih interim Belanda, Dwight Lodeweges. "Kami sedang berbicara soal tim besar dunia. Pada akhirnya kami akan melihat pertandingan yang menarik," imbuhnya.
Dalam sejarah sepak bola, banyak sekali bek tangguh yang lahir di Italia. Franco Baresi, Paolo Maldini, Fabio Cannavaro, Marco Materazzi, dan Alessandro Nesta merupakan contoh pemain yang menjadi 'mimpi buruk' striker lawan. Kini generasi mereka coba diteruskan Leonardo Bonucci, Leonardo Spinazzolla, Gianluca Mancini, serta Mattia Caldara.
Melihat itu, Belanda harus mencari cara membongkar pertahanan Italia. Keberadaan Memphis Depay, Steve Bergwijn, Ryan Babel, atau Luuk de Jong di lini serang rasanya tak cukup untuk membuat pertahanan Italia kocar-kacir.
Pertarungan kedua negara di masa lalu menghadirkan laga menarik. Mengingat, Belanda dan Italia sebelumnya lekat dengan gaya main yang begitu bertolak belakang. De Oranje lekat pemainan menyerang nan atraktif ala Total Football. Sementara, Italia dikenal dengan filosofi sepakbola bertahan yang termasyhur dengan taktik Catenaccio.
Dalam dua dekade terakhir, Belanda dan Italia tercatat dua kali bertemu di turnamen besar yaitu Piala Eropa 2000 dan 2008. Di Piala Eropa 2000, Belanda yang bertindak sebagai tuan di rumah ajang tersebut bersama Belgia harus takluk dari Italia di semifinal. Gli Azzuri menang 3-1 lewat adu penalti setelah laga imbang 0-0 di selama 120 menit. Belanda membalas kekalahan tersebut delapan tahun kemudian dengan menang 3-0 di babak grup.
Lodeweges paham betul kualitas Italia sebagai salah satu negara kuat di sepakbola. Namun, pria yang menggantikan posisi Ronald Koeman ini menilai La Nazionale sekarang sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Mereka telah menanggalkan Catenaccio dan menggantinya dengan gaya main menyerang yang mirip dengan Belanda. Ia yakin laga kedua negara besok malam akan berlangsung menarik. "Kami berbicara mengenai tim papan atas yang benar-benar mengubah gaya sepakbolanya dibandingkan beberapa tahun lalu," kata Lodeweges lagi.
Di sisi lain, Italia percaya diri dalam laga tandangnya ini. Mereka ingin melanjutkan tren positif yang belum terkalahkan dalam 15 laga terakhir. "Kami akan pergi ke Belanda untuk memenangkan pertandingan. Kemenangan beruntun kami terhenti saat lawan Bosnia dan Herzegovina. Tapi kami senang karena lebih baik imbang daripada kalah. Akan ada perubahan formasi karena pemain-pemain kami tidak mungkin tampil tiga hari sekali," ucap pelatih Italia Roberto Mancini.
"Saya bisa memastikan empat pemain yang ada di starting XI, yaitu Gianluigi Donnarumma, Giorgio Chiellini, Jorginho dan Ciro Immobile," ungkap Mancini. dikutip dari Football Italia.
Satu hal yang harus dipastikan Mancini dalam menyusun line up ini adalah ia jangan sampai lupa lagi memakai kacamata. Di laga kontra Bosnia-Herzegovina, ia membuat kesalahan dalam menentukan starting XI karena tak memakai kacamata. Mancini seharusnya memainkan Chiellini menjadi starter di laga tersebut, tapi yang tertulis di line up adalah Francesco Acerbi. Ia tak menyadari hal tersebut karena tak memakai kacamata saat membaca line up yang disodorkan.
Mancini kemudian baru menyadari kesalahannya tersebut sesaat sebelum laga di mulai. Pihak Federasi Sepakbola Italia (FIGC) sempat berusaha menghubungi UEFA agar Chiellini bisa tetap turun sebagai starter, tapi perubahan tak bisa dilakukan kecuali Acerbi cedera.
Akibat kekeliruan ini, Mancini kini harus mengubah rencana yang telah disusunnya. Acerbi dan Chiellini harus bertukar peran. Pasalnya, Mancini, sebenarnya ingin memainkan Chiellini saat menghadapi Bosnia-Herzegovina dan Acerbi di laga kontra Belanda. Ingat ya Mancini! jangan lupa lagi kacamatanya. (*)
Perkiraan Susunan Pemain
Belanda (4-2-3-1): Cillesen; Ake, van Dijk, Veltman, Hateboer; de Roon, de Jong; Bergwijn, Wijnaldum, Promes; Depay.
Pelatih: Dwight Lodeweges (caretaker).
Italia (4-3-3): Donnarumma; Di Lorenzo, Chiellini, Bonucci, Florenzi; Sensi, Barella, Jorginho; Zaniolo, Immobile, Insigne.
Pelatih: Roberto Mancini.
Editor: Aspian Nur
Berita ini dikutip korankaltim.com dari berbagai sumber