PSG musim ini sudah meraih tiga gelar di Perancis. Neymar dan kawan-kawan lebih dulu dipastikan menjadi juara Ligue 1, yang dihentikan di tengah jalan karena pandemi virus corona.
Les Parisiens didaulat menjadi juara ketika liga sepak bola level teratas di Perancis baru memasuki pekan ke-28. Ketika itu PSG unggul 12 poin atas Marseille Dari 27 pertandingan yang sudah dijalani, PSG meraih 22 kemenangan, dua kali seri, dan sisanya kalah.
PSG juga menjadi kampiun dalam kejuaran Piala Perancis dan Piala Liga. Di Piala Perancis, PSG tak terkalahkan sejak babak 64 besar. Sedangkan di Piala Liga, PSG selalu menang dalam waktu normal sejak babak 16 besar hingga semifinal dan harus memastikan gelar melalui adu penalti ketika bertemu Lyon.
Sementara Bayern juga sudah mengumpulkan dua piala di musim 2019/2020. Die Roten mengungguli Borussia Dortmund dalam perburuan trofi Bundesliga.
Berbeda dengan PSG yang menang sebelum liga dituntaskan, Bayern memastikan gelar dengan menyelesaikan seluruh pertandingan. Dari 34 laga, Die Roten menang 26 kali, seri empat kali, dan kalah empat kali.
Satu trofi kembali berada di genggaman Robert Lewandowski dan kawan-kawan usai mengalahkan Bayer Leverkusen di ajang Piala Jerman.
Paris merupakan tim hebat. Mereka berjuang dengan cara mereka di semifinal lalu mencapai final. Kami akan menganalisa beberapa hal, kami tahu bahwa mereka mempunyai pemain-pemain cepat. Kami akan berupaya untuk mengatur lini pertahanan kami, tapi kami tahu kekuatan kami adalah untuk menempatkan lawan kami di bawah tekanan," kata Hans Flick.
Berhadapan dengan tim yang bertabur bintang, membuat pemain muda Bayern Munich, Alphonso Davies, antusias. Dia memprediksi PSG vs Bayern akan berjalan menarik.
"Paris merupakan tim bagus. Untuk sekarang, kami akan sedikit melakukan perayaan, tapi setelah itu kami akan fokus pada laga berikutnya," kata Alphonso Davies.
"Itu akan menjadi pertandingan yang bagus, balapan ada banyak gol. Ini apa yang anda impikan sebagai pesepakbola --melawan tim terbaik di Eropa. Dan kami bisa melakukan itu. Saya antusias," dia menambahkan.
Laga final akan terasa spesial untuk Kingsley Coman. Coman akan bertemu klub tempatnya belajar main bola. Setelah menimba ilmu di akademi PSG sedari 2004, Coman naik ke tim utama pada 2013. Tapi, Coman saat itu cuma diberikan empat kali kesempatan main dan akhirnya pindah ke Juventus pada 2014.
Bayern lantas meminjamnya pada 2015 dan bertahan sampai saat ini. Karier Coman boleh dibilang berkembang pesat di Bayern dengan total 160 penampilan dan 32 gol sejauh ini.
Coman jadi andalan di lini serang Bayern dengan tujuh gol dari 37 penampilan. Tugas terakhir Coman musim ini terbilang berat, mengalahkan klub masa kecilnya demi membawa Bayern meraih treble winners. "Poster yang bagus," ujar Kingsley Coman kepada RMC Sport yang menunjukkan gambar dirinya berseragam PSG dan Bayern. "Hati saya 100 persen untuk Bayern. Momen yang hebat, kami ingin sekali ke final. Kini Anda harus memenanginya. Tugas kami belum selesai, kami harus jadi juara atau segalanya akan sia-sia," tutupnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Kamis 20 Agustus 2020 dengan judul PSG vs Bayern, Duel Pesta Gelar Dua Raksasa