Skuat asuhan Julian Nagelsmann menorehkan pencapaian impresif musim ini. Di Bundesliga, Marcel Sabitzer dan rekan-rekan berhasil finis di peringkat tiga di bawah Borussia Dortmund dan Bayern Munchen. Leipzig pun berkesempatan menjadi tim Jerman ketujuh yang berhasil lolos ke final UCL.
Sementara PSG juga berniat lolos ke final UCL pertama sepanjang sejarah. Selama ini, gelontoran dana Qatar Sports Investment belum berhasil mempersembahkan kejayaan PSG di kancah Eropa. Kendati sukses mendominasi Ligue 1, Les Parisiens selalu gagal menembus semifinal Liga Champions pada abad 21.
Anak asuh Thomas Tuchel pun berpeluang menjadi tim Perancis pertama sejak AS Monaco pada 2003/2004 yang lolos ke final UCL. Neymar dan rekan-rekan juga berpotensi menghadapi final antarklub Perancis jika Lyon sukses mengatasi Bayern Munchen.
Julian Nagelsmann mengaku tak menyangka tetapi juga tak sabar menghadapi bekas pelatihnya sendiri, Thomas Tuchel yang kini menangani PSG. Tuchel sebelumnya menangani tim lapis kedua FC Augsburg pada 2007-2008, di mana di dalamnya terdapat Nagelsmann muda yang masih merintis karier sebagai pesepak bola profesional. Sayangnya, cedera lutut serius membuat Nagelsmann tak sempat merumput di bawah kepelatihan Tuchel dan justru banting setir ke jalur kepelatihan yang diawali sebagai pemandu bakat.
"Saya pernah dilatih Tuchel. Saya dikontrak sebagai pemain tetapi kemudian cedera," kata Nagelsmann dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com. "Kemudian saya harus memilih untuk bisa tetap membayar studi saya, sehingga saya mengambil kesempatan menjadi pemandu bakat dan menganalisa tim-tim lawan," ujar pelatih yang masih berusia 33 tahun itu menambahkan. "Kala itu saya tak pernah menyangka bisa mencapai semifinal Liga Champions dan akan menghadapinya," imbuh Nagelsmann sembari menegaskan ia dan timnya tidak akan terlalu mencurahkan perhatian tentang apa yang bisa dilakukan PSG, melainkan fokus untuk memainkan permainan terbaik Leipzig.
Sementara Thomas Tuchel mewaspadai mantan anak asuhnya itu. "Sangat luar biasa kami bisa mencapai babak semifinal. Kini menjadi tugas saya dan dia untuk membawa tim masing-masing ke laga final. Julian sosok yang kerap mengubah taktiknya dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Dia kerap beradaptasi dengan beberapa pertandingan yang berbeda. Itu merupakan DNA Hoffenheim dan kini dia bawa ke Leipzig," kata Tuchel.
Tuchel bisa percaya diri karena pemain andalannya Kylian Mbappe sudah bisa dimainkan sebagai starter pada pertandingan nanti. "Dia(Mbappé) tak mengeluhkan apapun dan sudah enam hari terakhir terus memulihkan kebugarannya, jadi dia bisa tampil sejak menit awal," kata Tuchel, seperti dikutip The Guardian. "Selepas latihan kami akan memutuskan apakah dia bisa bermain 90 menit penuh atau tidak," sambung pelatih asal Jerman itu.
Tuchel juga akan mengandalkan Neymar, yang berkontribusi terhadap dua gol penentu kemenangan PSG saat melawan Atalanta. Ia menyebut penyerang Brasil itu sebagai pemimpin di lapangan. "Neymar dari dulu sudah menjadi seorang pemimpin di lapangan, bahkan sejak saya datang ke klub ini," kata Tuchel lagi. "Dia menunjukkan keberanian, rasa percaya diri, dan begitulah seharusnya seorang pemimpin bersikap di tengah lapangan." pungkasnya. (*)
Perkiraan Susunan Pemain
RB Leipzig (4-2-3-1): Peter Gulacsi; Lukas Klostermann, Dayot Upamecano, Marcel Halstenberg, Angelino; Konrad Laimer, Kevin Kampl; Marcel Sabitzer, Dani Olmo, Christopher Nkunku; Yussuf Poulsen.
PSG (4-3-3): Sergio Rico; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Angel Di Maria, Marquinhos, Idrissa Gueye; Neymar, Mauro Icardi, Kylian Mbappe.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Selasa 18 Agustus 2020 dengan judul Prediksi RB Leipzig vs PSG di Semifinal Liga Champions