Manchester United lolos ke perempat final dengan cara yang meyakinkan. Setan Merah menang agregat dengan skor 7-1 atas LASK. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer punya keyakinan yang sangat tinggi di Liga Eropa. Copenhagen sendiri bukan tim yang bisa diremehkan. Sebab, mereka mampu menyingkirkan Istanbul Basaksehir dengan agregat 1-3. Copenhagen mampu menyisihkan klub yang menjadi juara Liga Turki.
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tidak akan menyertakan pemain-pemain yang mengalami cedera panjang seperti Luke Shaw dan Phil Jones pada laga ini.
Kemungkinan Sergio Romero akan kembali mendapat menit bermain di bawah mistar. Sementara kuartet lini belakang Man United akan diisi Harry Maguire dan Victor Lindelof sebagai bek tengah, serta Brandon Williams dan Aaron Wan-Bissaka sebagai full back.
Menjadi favorit dalam laga perempat final, United tak mau terpeleset. Pemain-pemain berpengalaman jadi tumpuan utama di laga ini setelah melakukan rotasi pada leg kedua melawan LASK. Dengan formasi 4-2-3-1, Solskjaer bisa menurunkan Nemanja Matic dan Paul Pogba sebagai gelandang bertahan yang menopang pergerakan Mason Greenwood, Bruno Fernandes, serta Marcus Rashford sebagai gelandang serang. Ujung tombak The Red Devils bakal menjadi tempat Anthony Martial membuktikan diri sebagai penyerang kelas wahid. "Liga Europa adalah kesempatan bagus bagi kami untuk dapat trofi, untuk melaju jauh di sebuah turnamen, dan kami tahu itu sejak mengawali musim ini," ujar Solskjaer seperti dilansir Sky Sports.
"Tapi juga mengasah beberapa pemain muda dan ini sempurna buat kami. Saya kira kalau kami main di Liga Champions --tentu kami semua ingin ada di Liga Champions-- saya mungkin saja tidak akan punya kesempatan untuk memainkan pemain seperti Brandon (Williams) sesering yang sudah kami lakukan, Mason (Greenwood). Begitu banyak pemain muda yang sekarang memulai karier yang akan fantastis. Liga Europa juga soal itu juga. Ini adalah tentang menjaga skuad tetap padu, punya tim yang bekerja bersama, dan memberi pemain kesempatan. Ketika mereka memaksimalkannya, Brandon akan main di perempatfinal Liga Europa. Ini adalah pencapaian bagus untuknya musim ini dan sempurna bagi kami," ujar Ole lagi.
Sementara Copenhagen pun kemungkinan akan tampil dengan formasi yang sama dengan MU. Gelandang serang Jonas Wind yang disebut-sebut menjadi pemain berbahaya milik wakil Denmark itu bakal tampil sejak menit pertama. Selain itu, nama lain yang didengung-dengungkan jelang laga kali ini adalah bek Guilermo Varela yang pernah menjadi bagian MU pada beberapa musim lalu.
Pelatih Copenhagen Stale Solbakken menyadari secara kualitas, para pemain Copenhagen jauh di bawah United. Tapi, Copenhagen sudah menyiapkan beberapa formula untuk mengejutkan United. "Kami harus tampil sempurna untuk bisa mengalahkan United, butuh sedikit keberuntungan juga. Kami berharap United tidak tampil dalam bentuk terbaiknya," ujar Solbakken seperti dikutip Sportskeeda.
"Kami harus tampil sempurna saat bertahan. Kami harus bisa memaksimalkan dua atau tiga kesempatan yang didapat selama laga ini. Peluang kami memang tidak besar, tapi keuntungan buat kami bahwa laga ini bukan 90 menit, tapi 180 menit. Tapi kami lagi bagus moodnya setelah jeda sepakan, dan ketika para pemain sudah kembali, kami bisa memainkan lagi para penggawa inti kami. Kami merasa lebih enak setelah menang 3-0, tapi Anda tidak perlu bertaruh banyak untuk kami. Kami akan memberikan segalanya," tutup pelatih FC Copenhagen sejak 2013 itu. (*)
Prediksi Susunan Pemain MU vs Copenhagen:
Manchester United: Romero; Wan-Bissaka, Lindelof, Maguire, Williams; Pogba, Matic; Greenwood, Fernandes, Rashford; Martial
FCCopenhagen: Johnsson; Varela, Nelsson, Bjelland, Boilesen; Mudrazija, Zeca; Biel, Wind, Jensen; Kaufmann
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Senin 10 Agustus 2020 dengan judul Prediksi Susunan Pemain MU vs Copenhagen di Liga Europa