Namun, situasi berubah drastis setelah Adrian membuat blunder hanya empat menit setelah gol Firmino. Dominasi Liverpool seketika tak berbekas karena kesalahan fatal Adrian yang berujung gol Marcos Llorente. Gol itu bermula dari kesalahan Adrian saat menendang bola back pass yang justru mengarah ke Joao Felix. Joao Felix kemudian memberikan umpan yang bisa dikonversi jadi gol oleh Llorente. Alih-alih ingin mengumpan ke rekan setim, bola yang ditendang Adrian jusru mengarah ke penyerang Atletico, Joao Felix.
Joao Felix kemudian memberikan umpan yang bisa dikonversi jadi gol oleh Llorente yang dimasukkan oleh Diego Simeone menggantikan Diego Costa di babak kedua. Gol Llorente yang membuat skor jadi 1-2 membuat Liverpool seperti kehilangan kendali permainan. Di tengah upaya untuk kembali mencetak gol, gawang Adrian justru dibobol untuk kali kedua oleh Llorente. Tendangan Llorente ke pojok kiri gawang membobol gawang Adrian yang hanya melakukan dua penyelamatan penting di laga ini dan seketika membuat publik Anfield terdiam.
Skor 2-2 membuat Liverpool butuh dua gol untuk lolos ke perempat final. Upaya untuk mencetak gol terus dilakukan para pemain Liverpool di babak kedua perpanjangan waktu tetapi tidak membuahkan hasil. Sebaliknya Atletico justru mampu mencetak gol ketiga ke gawang Adrian. Pemain pengganti Alvaro Morata membuat Atletico berbalik unggul 3-2 lewat gol di menit ke-120.
Di laga lain, Paris Saintt Germain mengikuti jejak Atletico setelah mengalahkan tau mereka Borussia Dortmund 2-0 untuk melaju dengan keunggulan agregat 3-2. PSG menjamu Dortmund di Parc des Princes, Paris. Kelolosan PSG ditentukan oleh gol-gol yang dicetak Neymar dan Juan Bernat di babak pertama. Dortmund menyudahi permainan dengan 10 orang setelah Emre Can diganjar kartu merah di menit-menit akhir pertandingan.
Hasil ini turut menandai laju terjauh PSG di Liga Champions dalam empat musim terakhir usai selalu kandas di babak 16 besar. Sementara Dortmund lagi-lagi tersisih di fase yang sama untuk ketiga kali berturut-turut. (*)