Final kali ini identik dengan sepakbola opensif. Liverpool merupakan top skorer dengan 40 gol sementara Madrid mengukir 30 gol dari fase grup hingga semifinal. Di kubu Madrid, tumpuan utama serangan mereka tentu saja Cristiano Ronaldo. Raja gol Liga Champions itu memimpin daftar top scorer sementara kompetisi musim ini dengan lesakan 15 golnya. Menguntit di belakangnya adalah tiga tombak Si Merah, yakni Mohamed Salah (10 gol), Roberto Firmino (10 gol) dan Sadio Mane (9 gol). Madrid dan Liverpool sama-sama tim yang ofensif, tapi mereka juga sama-sama memiliki pertahanan yang cukup rawan kebobolan. Madrid sudah kebobolan 15 gol, sedangkan Liverpool 13.
Entrenador Madrid Zinedine Zidane mengaku timnya siap tempur.”Tidak ada pemain yang cedera, itu yang penting,” ujar Zidane. “Kami siap menjalani pertandingan paling spesial musim ini. La Liga sudah berakhir saat kami membidik semua gelar yang tersedia tapi gagal, itu artinya harapan kami hanya ada di Liga Champions,” tegas Zidane.
Bek Madrid Raphael Varane menyadari tajamnya Liverpool itu yang dihuni trio Roberto Firmino-Mohamed Salah-Sadio Mane dan sudah menghasilkan 29 gol di Liga Champions. “Liverpool bermain baik secara bersama-sama dan trio lini depan mereka juga bekerja sama dengan sangat baik dan mencetak banyak gol. Kami tahu itu adalah kekuatan terbesar Liverpool karena punya kualitas di sana,” ujar Varane.
Gelandang Liverpool Jordan Henderson bertekad penuh untuk memenangkan trofi dan tidak mau merasakan kepahitan kalah di partai final seperti tahun 2016 silam saat dikalahkan Sevilla di Europa League. “Kalah di final merupakan sebuah perasaan terburuk yang pernah saya rasakan,” buka Henderson kepada Guardian.
Henderson tidak keder dengan lawan mereka karena ia percaya kans timnya untuk menang masih terbuka lebar. “Real Madrid adalah tim para pemenang tapi kami juga bisa juara. Saya rasa kami hanya perlu melanjutkan apa yang sudah kami lakukan sepanjang musim ini,” tegasnya.
Arsitek Liverpool Jurgen Klopp menegaskan kesiapan timnya. Klopp mengakui Madrid lebih difavoritkan untuk menjadi juara Liga namun menegaskan Liverpool bukanlah underdog.
“Ada tiga klub dominan dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen. Kami menghadapi satu dari mereka di pertandingan final sehingga siapa yang seharusnya menjadi favorit? Saya tidak ada masalah dengan situasinya. Bukan berarti saya ingin menjadi underdog. Saya tak merasa kami seperti underdog,” tegas Klopp. (lbc)