Itu artinya laga ini bakal berlangsung kontras, antara gembira dan haru. Disatu sisi ini jadi perayaan juara Bianconeri dengan fans mereka sementara disisi lain akan terlihat haru dengan kepergian Buffon. Verona sendiri sudah dipastikan degradasi sejak giornata 36 lalu sehingga pertandingan lebih fokus pada perayaan dan perpisahan Buffon.
Masa depan Buffon sendiri masih menjadi teka-teki. Buffon mengakui dirinya merasakan sedikit ketakutan saat memikirkan masa depannya bersama Juventus. “Ketakutan saya adalah untuk tiba di akhir petualangan saya dengan Juventus sebagai seseorang yang dimaklumi atau pemain yang mesinnya telah rusak,” ucap Buffon.
Namun Buffon mengakui ia belum pasti pensiun sebagai seorang penjaga gawang profesional.
Bahkan, Buffon secara blak-blakkan mengatakan mendapatkan tawaran-tawaran menarik dari klub lain. “Saya telah menerima beberapa tawaran dari klub lain dan saya akan memutuskan segera tentang masa depan saya,” sebutnya.
Buffon akan mengakhiri 17 tahun kariernya di Juventus jika ia memutuskan pindah klub atau bahkan 23 tahun karier sepak bola profesionalnya, jika ia memutuskan pensiun. Selama kariernya, sang kiper sudah kumpulkan berbagai titel kompetisi domestik, gelar Piala UEFA, dan bahkan trofi Piala Dunia bersama timnas Italia. Hanya satu gelar yang belum pernah ia dapatkan sebagai pemain profesional, yakni gelar Liga Champions.
Dalam dua laga kandang terakhirnya melawan Verona di Serie A, Juventus selalu menang dengan mencetak minimal tiga gol dan tanpa kebobolan. Kali ini pun mereka diyakini mampu mengulanginya. Pada pertemuan pertama di Serie A musim ini (giornata 19), Juventus menang 3-1 di kandang Verona. Juventus unggul melalui Blaise Matuidi menit 6, lalu disamakan oleh Verona lewat Martin Caceres menit 59. Paulo Dybala kemudian mencetak dua gol di menit 72 dan 77 untuk memastikan kemenangan timnya. (fi)