Dalam insiden ini, wasit pemantau Video Assistant Referee (VAR) menilai tak ada yang keliru dengan keputusan wasit Graham Scott. Oleh karena itu tidak dilakukan peninjauan ulang insiden dan laga dilanjutkan.
Di akhir babak kedua tambahan waktu sebuah perdebatan kembali terjadi. Alvaro Morata dijatuhkan di kotak penalti setelah mencoba melewati pemain Norwich. Namun, wasit menganggap si striker melakukan diving dan langsung memberi kartu kuning.
Tak terima dengan keputusan itu, Morata langsung melancarkan protes keras ke wasit, yang disambut dengan kartu kuning kedua. Mantan pemain Real Madrid dan Juventus itupun diusir dari lapangan dan tak bisa melanjutkan permainan. Namun sorotan utama tetap berada di insiden Willian, yang dinilai memang layak diganjar penalti.
Chelsea pada akhirnya bisa memastikan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 5-3. Seluruh eksekutor The Blues berhasil menjalankan tugas dengan baik. Sementara itu, satu penendang Norwich gagal menjalankan tugasnya. The Blues akan menghadapi Newcastle United Minggu (28/1) dua pekan ke depan.
Pelatih Chelsea Antonio Conte mendesak agar sepakbola Inggris memperbaiki cara kerja VAR.
“Kita perlu lebih baik lagi jika ingin menggunakan sistem baru. Di laga ini ada situasi yang sangat jelas, yakni pada Willian di babak tambahan. Saya menyaksikannya dan itu adalah penalti,” kata Conte seperti dikutip dari Mirror. “Wasit mengambil keputusan cepat untuk mengganjar kartu kuning ke Willian. Jika Anda melakukan itu dengan cepat, itu berarti Anda tidak ragu,” katanya.
“Jika ingin memperbaiki sistem ini Anda harus menunggu untuk mengecek bersama orang yang sedang memantau VAR. Setidaknya Anda (yang menonton) pasti punya keraguan, karena ada ganjalan ke Willian. Mungkin itu bukan penalti, tapi lebih baik jika wasit pergi melihat VAR. Di Italia sebelum menggunakan sistem baru ini (VAR), mereka mencoba, mencoba, mencoba, Anda harus menemukan solusi terbaik. Ini tidak begitu.” tegas Conte. (bbc)