Tanpa satu pun penyerang murni dimana trio Raheem Sterling, Bernardo Silva dan Leroy Sane dipasang sejajar, baru menit 55 babak kedua City menyamakan skor lewat sepakan Kevin De Bruyne. Saat laga sepertinya akan berakhir imbang, Sergio Aguero yang masuk di 20 menit akhir laga jadi penentu kemenangan City lewat gol via sundulan kepala di injury time.
Meski kalah, Bristol masih punya peluang untuk lolos ke final. Mereka akan gantian menjamu City pada pertemuan kedua yang akan digelar pada 23 Januari. Bermodalkan gol tandang, kemenangan dengan sebiji gol sudah cukup bagi Bristol untuk menapak ke partai final.
Manajer City Pep Guardiola menyanjung permainan Bristol City dan senang karena Bristol tak melulu bertahan. Seusai laga, dia terlihat menyalami manajer Bristol, Lee Johnson, dan memberikan pujian. “Pep Guardiola bilang ke saya kami bermain lebih baik daripada kebanyakan tim Premier League yang datang ke kandang Manchester City,” ungkap Johnson kepada Sky Sports.
Guardiola memang lebih senang kalau tim lawan menghadapi City dengan permainan menyerang, bukan cuma parkir bus dan menumpuk banyak pemain di kotak penalti. “Ini semua menguntungkan bagi sepakbola, bagi fans, bagi semua orang, ketika dua tim ingin bermain. Itu memastikan pertandingan akan bagus dan tinggal bagaimana kami menemukan cara untuk mengalahkan lawan. Kami sudah menghadapi segala jenis tim pada musim ini dan bermain dengan semua cara, tapi kami selalu menemukan formula untuk mengalahkan mereka,” ujar Guardiola seperti dikutip Soccerway.
“Ini adalah pertandingan bagus, pertandingan indah, semua pujian saya untuk Bristol. Anda tak bisa menyingkirkan empat tim Premier League kalau tak terorganisir dan punya pemain-pemain yang enak ditonton. Ini fantastis,” tambahnya. “Saya adalah orang yang beruntung bisa melatih pemain-pemain yang saya miliki. Semifinal selalu berat, tertinggal 0-1 dan bagaimana kami bereaksi,” tutur Guardiola. (bbc)