Laga ini menjadi titik penentu rangkaian koleksi trofi pada kompetisi tahun ini. Jika tak ingin lepas tropi La Liga, kemanangan harus dipetik tuan rumah. Jika kalah, maka peluang mengangkat trofi semakin menjauh.
Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Madrid dihantui penyakit bernama inkonsistensi, baik di pentas domestik maupun Eropa. Namun belakangan ini Madrid sepertinya sudah mulai menemukan kembali bentuk permainan mereka.
Sementara itu, tim tamu Los Blaugrana tak kalah bersinar. Sejak dipecundangi Madrid dalam partai dua leg Supercopa de Espana pada awal musim, Barcelona belum sekalipun tersentuh kekalahan di semua ajang. Pasukan Ernesto Valverde pun saat ini menjadi pemuncak klasemen dengan 42 poin dan bertengger di puncak klasemen.
Sementara Los Blancos sejauh ini hanya mengoleksi 31 poin. Madrid tertinggal 11 poin. Dengan kemenangan setidaknya bisa mempersempit selisih perolehan poin.
Barcelona jelas tak mau memberikan tambahan poin kepada rival abadinya. Kemenangan juga menjadi misi tim Catalan ini. Dengan kemenangan Barcelona semakin mempertegas semakin dekatnya meraih trofi. Lionel Messi jelas merupakan salah tumpuan utamanya.
Messi, yang saat ini memimpin perburuan Pichichi dengan torehan 14 golnya, adalah ancaman terbesar bagi tuan rumah.
Messi adalah top scorer di El Clasico. Sudah 24 gol yang dia cetak ke gawang Madrid dalam 36 pertemuan di semua ajang. Messi unggul tujuh gol atas Ronaldo yang berada di urutan ketiga dengan 17 gol, satu gol di belakang Alfredo Di Stefano.
Yang patut diperhatikan, Messi justru mencetak lebih banyak gol El Clasico di Bernabeu daripada di Camp Nou. Dari 24 golnya kontra Madrid, 14 dia ciptakan di markas Los Merengues. Yang terakhir adalah gol penentu kemenangan 3-2 Barcelona di La Liga musim lalu, yang diwarnai sebuah selebrasi ikonik ke arah tribun para pendukung tuan rumah.
Madrid pasti tak mau melihat pemandangan serupa untuk kedua kalinya. Terlebih lagi, jika sampai kalah di sini, maka sang rival akan semakin jauh dari jangkauan mereka. Prakiraan pemain, sejauh ini Real Madrid tak kekurangan pemain, bisa bermain full team. Zidane bisa memilih komposisi terbaiknya. Raphael Varane sudah kembali fit, sedangkan Casemiro dan Sergio Ramos telah lepas dari skorsing. Sementara itu, Isco dan Gareth Bale bakal bersaing untuk satu tempat di belakang dua penyerang, Ronaldo dan Karim Benzema.
Dari kubu Barcelona, Thomas Vermaelen yang belakangan ini tampil solid diperkirakan bakal jadi starter di jantung pertahanan. Di lini tengah, Andreas Iniesta yang tampil brilian ketika melumat Deportivo 4-0 juga diyakini akan turun dari menit awal. Messi dan Luis Suarez akan jadi tumpuan serangan di barisan terdepan, dengan Paulinho sebagai pendukung keduanya. (bdt)