Sabtu, 25/07/2026

Hetifah Ingatkan Mahasiswa Unikarta Tingkatkan Kualitas Riset dan Pembelajaran, AI Hanya Alat Bantu Bukan Bos

Sabtu, 25/07/2026

Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa Unikarta. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hetifah Ingatkan Mahasiswa Unikarta Tingkatkan Kualitas Riset dan Pembelajaran, AI Hanya Alat Bantu Bukan Bos

Sabtu, 25/07/2026

logo

Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa Unikarta. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Suasana Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa di Gedung Kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mendadak riuh pada Sabtu (25/7/2026). Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Hetifah Sjaifudian memberikan suntikan motivasi sekaligus peringatan keras kepada sekitar 150 mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah Aspirasi agar tidak menyerahkan masa depan intelektual mereka kepada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hetifah mengingatkan, kenyamanan instan yang ditawarkan oleh AI bisa menjadi jebakan mematikan bagi masa depan generasi muda jika salah langkah, teknologi ini justru akan melahirkan generasi yang malas berpikir dan kehilangan arah. 

Dirinya membedah batas tegas antara memanfaatkan teknologi dan dikendalikan oleh teknologi. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk tetap memegang kendali penuh atas setiap karya akademik yang mereka hasilkan. 

Ada tiga poin penting yang digarisbawahi dalam pemanfaatan teknologi di kampus seperti AI diposisikan murni sebagai alat bantu efisiensi, bukan penentu keputusan akhir. Pemikiran manusia harus tetap menjadi penyaring utama untuk menguji kebenaran informasi. 

Manusia adalah pemilik ide, sementara mesin hanyalah eksekutor teknis. "Kami takut kemudahan melahirkan teks dan data lewat AI generatif memicu kekhawatiran baru akan hilangnya nilai kejujuran," kata Hetifah. 

Sebuah karya ilmiah tidak memiliki harga jika dibangun di atas fondasi hasil sontekan algoritma tanpa proses kurasi yang benar. Guna menjaga marwah akademik perguruan tinggi, kata Hetifah, ada tiga benteng pertahanan yang harus diterapkan, pertama menempatkan etika akademik sebagai kompas utama dalam melakukan penelitian. 

Menolak percaya begitu saja pada hasil AI dan wajib melakukan cek fakta secara manual. Menuntut hasil riset yang lahir dari empati dan pemikiran manusia untuk menjawab masalah bangsa. 

"Lewat sinergi bersama pakar AI dari Unikarta dalam workshop ini, saya berharap kampus mampu memformulasikan sistem pengawasan yang adaptif," harapnya. 

Perguruan tinggi harus berani mengambil posisi tegas untuk memastikan para Mahasiswa tumbuh menjadi ilmuwan yang jujur, kompeten, dan tidak goyah oleh arus otomatisasi. 

"Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta muda yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi. Kampus harus menjadi tempat lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui riset yang berkualitas," tegasnya.

Hetifah Ingatkan Mahasiswa Unikarta Tingkatkan Kualitas Riset dan Pembelajaran, AI Hanya Alat Bantu Bukan Bos

Sabtu, 25/07/2026

Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa Unikarta. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait