Rabu, 22/07/2026
Rabu, 22/07/2026
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat memberikan arahan di hadapan para siswa SMAN 10 Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Rabu, 22/07/2026

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat memberikan arahan di hadapan para siswa SMAN 10 Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sebanyak 18 pelajar SMAN 10 Samarinda dipastikan akan mewakili Benua Etam dalam kegiatan internasional yang berlangsung di tiga negara pada bulan Agustus mendatangkan.
Para siswa tersebut nantinya akan mengikuti serangkaian kompetisi, olimpiade, dan konferensi pelajar internasional di Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Selain berkompetisi di bidang akademik, mereka juga membawa misi memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Kaltim, kepada peserta dari berbagai negara.
Keberangkatan para siswa tersebut mendapat dukungan langsung dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, saat mengunjungi SMAN 10 Samarinda, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa pelajar Kaltim memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
Rudy menyampaikan, para siswa tidak hanya mewakili sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kaltim dan Indonesia di hadapan dunia. Dirinya berharap, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
"Kami titip harumkan nama Kaltim dan Indonesia di ajang internasional," ujar Rudy.
Selain itu dia menambahkan, posisi Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum penting untuk membuktikan, bahwa daerah ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
"Maka dari itu kita terus memperkuat sektor pendidikan, termasuk melalui pengembangan SMAN 10 Samarinda yang kini bertransformasi menjadi Sekolah Garuda," ucapnya.
Rudy berharap, sekolah tersebut mampu menjadi pusat pembinaan generasi muda serta dapat mencetak prestasi hingga tingkat internasional.
Salah seorang peserta konferensi di Thailand, Catherine Kimberly Riata Silaen, mengungkapkan seluruh peserta kini telah menjalani berbagai persiapan, mulai dari peningkatan kemampuan berbahasa Inggris hingga latihan presentasi.
"Untuk proses seleksi sendiri dilakukan berdasarkan kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa Inggris, serta kesiapan menjadi representasi sekolah di tingkat internasional," katanya.
Selain mengikuti kompetisi, para peserta kata dia, tengah menyiapkan pertunjukan budaya, sebagai bagian dari promosi kekayaan seni Indonesia. Mereka akan menampilkan tarian daerah khas Kaltim agar peserta dari berbagai negara dapat mengenal budaya Indonesia lebih dekat.
Di Thailand, delegasi Indonesia ungkap Catherine, akan mengikuti tiga kategori kegiatan, yakni kompetisi video bertema ketahanan pangan dan distribusi makanan, presentasi proyek inovasi berkelanjutan (pitch project), serta impromptu speech atau pidato spontan.
Baginya, kesempatan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara menjadi pengalaman paling berharga.
"Kita pastinya berharap forum ini dapat memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya dan pengalaman," pungkasnya.
Diketahui, dalam agenda internasional ini, 18 siswa SMAN 10 akan mengikuti serangkaian kegiatan internasional, tiga siswa akan mengikuti ajang International Standards Olympiad di Goyang-si, Korea Selatan, pada 11–15 Agustus. Lima siswa dijadwalkan mengikuti International Student Forum di Kaohsiung City, Taiwan, pada 14–20 Agustus.
Sedangkan, sepuluh siswa lainnya akan mengikuti Nairang International Student Conference (NISC) di Nakhon Pathom, Thailand, pada 17–21 Agustus. Forum tersebut akan mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkompetisi, dan bertukar gagasan mengenai isu-isu global.
Editor: Erwin
Rabu, 22/07/2026
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat memberikan arahan di hadapan para siswa SMAN 10 Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
TERPOPULER