Pengakuan ini bukan hanya prestasi personal, tetapi juga menegaskan posisi UNMUL sebagai salah satu kekuatan penting dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di luar Jawa.
Penghargaan yang dirilis dalam edisi khusus November 2025 itu diberikan kepada figur-figur yang dinilai memiliki pengaruh nyata terhadap transformasi pendidikan tinggi nasional, mencakup inovasi kelembagaan, tata kelola, riset, hingga pengabdian masyarakat.
Prof. Abdunnur berada dalam jajaran tokoh nasional lainnya seperti Menteri Diktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Dirjen Dikti Prof. Khairul Munadi, Kepala BAN-PT Prof. Ari Purbayanto, hingga pimpinan perguruan tinggi besar seperti UNAIR dan UPN Yogyakarta. Daftar itu sekaligus menempatkan UNMUL sejajar dengan institusi pendidikan tinggi ternama yang selama ini mendominasi panggung nasional.
Masuknya Rektor UNMUL dalam daftar tersebut dinilai sebagai bentuk legitimasi atas peran strategis universitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi Indonesia dari wilayah timur.
Di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur, UNMUL terus mendorong kinerja akademik, meningkatkan capaian akreditasi, memperkuat riset, serta memperluas kontribusi untuk pembangunan Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Majalah Kampus Indonesia menempatkan para penerima penghargaan sebagai figur yang berhasil membawa perubahan terukur, termasuk tata kelola pendidikan, inovasi pembelajaran, dan kemampuan merespons kebutuhan masyarakat.
Melalui keterangan resmi, Humas UNMUL menyampaikan apresiasi atas capaian penghargaan ini adalah cerminan dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh sivitas akademika UNMUL serta dukungan banyak pihak.
“Kami menyampaikan selamat dan sukses setinggi-tingginya kepada Rektor UNMUL, Prof. Dr. Abdunnur,” tulis pernyataan tersebut.
UNMUL menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi yang relevan dan berdaya saing, terutama dalam pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas lulusan, serta kontribusi terhadap pembangunan IKN dan wilayah Kalimantan.
Pengakuan nasional ini mempertegas pergeseran peta pendidikan tinggi yang semakin inklusif. Kehadiran tokoh dari Kaltim dalam daftar prestisius tersebut menjadi sinyal bahwa peran perguruan tinggi luar Jawa semakin mendapatkan tempat dalam arus kebijakan pendidikan tinggi Indonesia.
Bagi UNMUL, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan energi baru untuk terus memperkuat posisi sebagai kampus riset terbesar di Kaltim dan mitra strategis pemerintah dalam transformasi kawasan IKN. (adv)
Editor: Erwin