Sosialisasi tersebut membahas mengenai adaptasi kebiasaan baru. Pesertanya 175 guru Sekolah Dasar (SD) Negeri maupun swasta di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara melalui WhatsApp Group, Senin (3/8/2020) pukul 08.00-12.00 WITA.
Akademisi FKM UNMUL, Dina Lusiana Setyowati mengatakan lingkungan sekolah memiliki potensi penularan Covid-19 yang cukup besar. Jadi, dirasa perlu untuk diberikan edukasi mengenai protokol kesehatan.
"Protokol kesehatan di lingkungan sekolah, guna mencegah terjadinya epicenter/klaster baru, dan protokol kesehatan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah melalui Adaptasi Kebiasaan Baru," kata Dina melalui rilisnya.
Dina yang menjabat sebagai Wakil Dekan I FKM UNMUL ini menjelaskan, dalam menjaga produktivitas guru agar aman terhadap Covid-19, maka diperlukan penataan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan prioritas kesehatan masyarakat.
"Perlu edukasi kesehatan bagi guru menjelang aktivitas pembelajaran di sekolah karena sebentar lagi ada sekolah yang akan menggelar tatap muka," ungkapnya.
Edukasi tersebut dilakukan bersama dengan Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pendidikan Sangasanga yang bertujuan memberikan pengetahuan serta menyadarkan guru tentang protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di sekolah.
Kegiatannya bukan hanya diskusi, tetapi juga melalui video edukasi tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang terdiri dari persiapan sebelum ke sekolah, saat di sekolah, dan di rumah.
Dina yang juga sebagai Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kejadian Luar Biasa (KLB) ke-46 Unmul di Kecamatan Sangasanga dan Muara Jawa, Kukar ini berharap guru dapat menjadi agen dalam mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah dan mengajarkan kepada siswanya.
"Bersatu kita lawan COVID-19 untuk generasi Indonesia," tutupnya.
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: M.Huldi