Pertama, menurut Agus, dari sekian banyak kampus yang ada, hanya FT saja yang menyediakan hand washer pada setiap gedung, baginya hal tersebut merupakan bentuk responsif dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 mengingat kampusnya tersebut menjadi salah satu tempat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) calon mahasiswa baru.
Kemudian, pucuk pimpinan (Dekan, Red) FT Unmul, Muhammad Dahlan Balfas yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Korupsi (WBBK) dilingkungan Unmul yang secara kemudian menjadi acuan bagi fakultas lain di Unmul.
"Ini harus dikawal, wujudkan dunia pendidikan tanpa komersialisasi, dan pungli," ungkapnya.
Selanjutnya, bagi Agus, Fakultasnya tersebut cukup handal dalam membaca peluang dan juga pemenuhan atas kebutuhan penunjang pembangungan di Kaltim, karena dibukanya dua program studi baru yakni survei dan pemetaan untuk diploma tiga, serta arsitektur untuk Strata I.
Hal tersebut menurutnya cukup dibutuhkan, mengingat kini Kaltim sedang gencar dalam melakukan pembangunan infrastruktur.
"Apalagi Kaltim ditunjuk sebagai IKN baru dan pasti akan membutuhkan banyak SDM yang mumpuni dalam pembangunan infrastruktur," tukasnya. (adv)
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Desman Minang