“Memang sejak awal kami selalu koordinasi dengan pihak PLN terkait adanya ujian nasional, untuk tidak ada pemadaman listrik saat itu, termasuk dengan himbauan pengadaan genset di sekolah-sekolah. Meski begitu tetap saja mengganggu karena proses peralihannya itu,”tuturnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, dan hal yang harus diantisipasi adalah jika sekolah tersebut tidak memiliki UPS , karena satu server itu harus memiliki UPS. “Hal ini supaya server jangan sampai mati, kalau itu terjadi akan ter log out semua dan otomatis mengulang lagi, sehingga harus token lagi dari pusat itu yang akan menjadi masalah,”terangnya.
Nah, tambah Suwar hal tersebut sempat terjadi pada UNBK hari pertama, ada 4 siswa yang status kliennya stand by dan mengotak-ngatik kabel yang membuat jadi log out. Akhirnya, pihaknya mengambil kebijakan untuk mengikut sertakan siswa di sesi kedua.
“Karena kalau misalnya saya ikutkan mereka susulan iya kalau tetap sehat kalau sakit, malah justru tidak bisa ikut sama seklai UNBK, itu yang kami antisipasi. Untuk itu kedepannya kami berharap permasalahn mati lampu ini tidak dikeluhkan lagi ditahun mendatang,”pungkasnya. (rgn)