Dadang, penjaga tempat kos-kostan di Jalan Hasanuddin juga mengalami hal serupa. “Semalam, tempat kos saya juga ikut terendam lantainya. Sampai-sampai, charger HP pun ikut terendam pula,” katanya.
Salah satu warga Desa Senaken Atijah, mengaku sangat prihatin melihat kondisi tetangganya yang terkena banjir. “Ini banjir yang paling besar selama saya disini, biasanya di depan rumah yang tidak tenggelam, namun sekarang sampai terendam. Untungnya, belum masuk ke dalam rumah,” sebutnya.
Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser agar kedepannya dapat meminimalisir dampak banjir. “Saya kasihan melihat beberapa tetangga yang tenggelam rumahnya, banyak barangnya yang kena air. Mudahan pemerintah kita bisa mengatasi dan tidak banjir lagi nantinya,” ucapnya.
Dari pantauan media ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mengimbau kepada warga setempat agar tetap waspada. Sebab, curah hujan tidak terlalu tinggi tapi durasinya cukup lama.
BPBD juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya di daerah perkotaan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di saluran-saluran air atau drainase sehingga tidak terjadi penyumbatan dan sebagainya.
“Untuk meminimalisir terjadinya banjir, maka selalu buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi penyumbatan pada saluran air, ini salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir,” kata Edward Effendi, Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Paser. (sur)