Sudah termasuk staf Bagian Barang dan Jasa yang berkantor terpisah, yakni gedung yang berada di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Kabupaten Paser. Terlihat di lokasi Asisten Umum Setdakab Paser Arif Rahman yang turut memantau jalannya tes urine, mulai dari Gedung Bagian Umum hingga Ekonomi.
Sebagian pegawai setkab ada yang tak hadir karena berbagai alasan seperti dinas luar, sakit dan cuti. Sekitar 190 pegawai yang mengikuti tes urine, sisanya sekitar 138 pegawai yang belum mengikuti tes urine.
“Untuk para pegawai yang tidak sempat mengikuti tes urine ini, kami minta datang ke Labkesda Kabupaten Paser guna melakukan tes urine,” ungkap Arif kepada awak media, kemarin.
Kepala Bagian Bina Kesra I Setdakab Paser Nonding berharap, agar tidak ada staf Setkab yang positif menggunakan narkoba. Jika ada yang terindikasi positif sebagai pengguna, maka pihaknya menganjurkan untuk melakukan rehabilitasi di Kota Samarinda.
“Jika ada pegawai yang positif narkoba, maka akan disarankan untuk secara mandiri melakukan rehabilitasi di Samarinda. Namun, kami harap tidak ada pegawai staf yang terindikasi positif pengguna narkoba,” katanya. (sur)