Pelaksana Harian (Plh) Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kaltimra, Annisa Nabiha Firdausi Nuzula menjelaskan, gangguan teknis pada komponen PLTGU menyebabkan suplai listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan belum optimal sehingga diperlukan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur.
"Saat ini yang dapat kami sampaikan penyebab gangguan adalah adanya gangguan teknis pada komponen PLTGU yang menyebabkan suplai listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan belum optimal," kata Annisa kepada media Korankaltim. Kamis (2/6/2026).
Secara umum sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan tetap beroperasi dan terkendali dengan baik. Adapun pemadaman yang terjadi di sejumlah lokasi merupakan upaya menjaga keandalan sistem hingga proses pemulihan gangguan selesai dilakukan.
"Pemadaman dibeberapa lokasi adalah sebagai langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Langkah tersebut harus dilakukan karena adanya gangguan teknis pada komponen unit pembangkit PLTGU," paparnya.
Saat ini seluruh tim PLN masih berfokus melakukan pemulihan gangguan agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalkan. "Kami fokus untuk pemulihan gangguan agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalkan," tuturnya.
PLN juga mengingatkan masyarakat jadwal maupun lokasi penghentian sementara pasokan listrik bersifat estimasi karena sangat bergantung pada kondisi sistem kelistrikan yang terus berubah secara real time.
"Rencana penghentian sementara baik dari sisi waktu dan lokasi merupakan estimasi yang disusun berdasarkan kondisi sistem saat itu. Dalam pelaksanaannya, waktu maupun wilayah terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara real time. PLN terus melakukan penyesuaian agar dampak kepada pelanggan dapat diminimalkan," papar Annisa.
Karena kondisi tersebut, pemadaman dapat berlangsung lebih cepat, berubah atau bahkan dibatalkan sesuai perkembangan sistem. PLN menyatakan terus berupaya menyampaikan informasi terbaru melalui kanal resmi yang dimiliki di setiap unit.
"Rencana penghentian sementara baik dari sisi waktu ataupun lokasi dapat berubah atau batal berdasarkan kondisi sistem saat itu. PLN berupaya menyampaikan informasi secepat mungkin melalui kanal resmi PLN yang tersebar di unit-unit setempat dan dapat diikuti oleh pelanggan. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," sebut Annisa.
Menanggapi isu yang mengaitkan pemadaman dengan pengurangan penggunaan batu bara, Annisa memastikan informasi tersebut tidak benar. "Saat ini ketersediaan energi primer maupun batubara untuk pembangkit PLN dalam kondisi cukup," tegasnya.
Wilayah yang terdampak penghentian sementara pasokan listrik juga dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sistem sehingga PLN terus melakukan penyesuaian untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"Terkait daerah yang terdampak hingga waktu rencana penghentian sementara merupakan estimasi yang disusun berdasarkan kondisi sistem saat itu. Dalam pelaksanaannya, waktu maupun wilayah terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara real time. PLN terus melakukan penyesuaian agar dampak kepada pelanggan dapat diminimalkan," pungkas Annisa.
Editor : Aspian Nur