Kepala Dinas Pertanian PPU Rozihan mengungkapkan, persiapan para peserta sudah berjalan dengan matang karena kompetisi semacam ini merupakan agenda rutin yang kerap diikuti oleh daerah.
"Insya Allah siap, kontingen sudah mempersiapkan diri dengan baik karena memang ini kan PENAS rutin, jadi lomba-lomba itu sudah biasa dilakukan," ujar Rozihan Rabu (17/6/2026).
Meskipun kesiapan teknis telah matang, Rozihan tidak menampik adanya kendala dari sektor pembiayaan. Pada pelaksanaan tahun ini, anggaran daerah diakui cukup minim karena adanya kebijakan efisiensi. Namun berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya kebijakan Bupati, keberangkatan kontingen tetap dapat terealisasi.
"Memang kendalanya anggaran agak minim, tidak teranggarkan sebenarnya karena efisiensi, cuma karena bupati menghendaki jadi kami pakai anggarannya bupati yang mengondisikan. Selain itu, ada juga sebagian swadaya dari teman-teman peserta sendiri," jelasnya.
Keterbatasan dana ini juga berdampak pada jumlah bangku kepesertaan yang dapat diberangkatkan. Untuk tahun ini, pihak dinas hanya mampu memfasilitasi sebanyak 22 orang peserta pilihan. Seluruh peserta tersebut merupakan keterwakilan yang diambil dari setiap kecamatan yang ada di wilayah kabupaten PPU.
Mengenai jenis perlombaan yang akan diikuti ada berbagai kategori, mulai dari sektor perikanan hingga unjuk teknologi pertanian. Kendati demikian, seluruh koordinasi teknis, seleksi peserta, hingga fasilitasi di lokasi sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah provinsi mengingat skala acara ini yang bersifat nasional.
Guna menyiasati efisiensi dan kendala transportasi udara menuju lokasi, rombongan kontingen dijadwalkan akan bertolak lebih awal dengan menggunakan jalur laut (kapal). Pihak dinas tetap menaruh optimisme tinggi bahwa perwakilan dari seluruh kecamatan ini mampu memberikan performa terbaik dan membawa pulang prestasi bagi daerah.
"Ya kami berangkatnya naik kapal saja, karena kalau naik pesawat agak mahal. Tapi kami tetap optimis," tutup Rozihan.
Editor: Aspian Nur