Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda bernama Rizqi Andrianto (23) dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, kakaknya, Wahyu Setiawan (26), dan pamannya, Wahyuni (40), berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di lokasi kejadian.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, menjelaskan laporan kejadian diterima sekitar pukul 16.35 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi di kawasan Jembatan Pintu Air, Kelurahan Sungai Parit.
“Korban sudah berada di atas jembatan saat tim tiba di lokasi. Informasinya ada tiga orang yang pergi memancing di sekitar Pulau Gusung,” ujar Nurlaila.
Ia menjelaskan, dua nelayan yang menolong korban, yakni Sabriansyah dan Mahyudin, sebelumnya juga sedang memancing di area perairan tersebut. Sekitar pukul 15.00 Wita, keduanya mendengar teriakan minta tolong dari laut sambil melihat jeriken kosong yang dijadikan alat bantu mengapung.
“Salah satu warga yang menolong bernama Mahyudin mendekati arah suara dan jeriken yang terlihat. Saat ditemukan, kapal korban sudah tenggelam,” katanya.
Menurut Nurlaila, proses evakuasi dilakukan dengan membawa ketiga korban naik ke kapal milik Mahyudin untuk dibawa ke darat melalui jembatan di Sungai Parit.
Namun, saat tiba di darat, satu korban dinyatakan meninggal dunia. “Dua orang, yakni paman dan kakaknya selamat, sedangkan adiknya tidak selamat. Informasinya cuaca saat itu cukup berangin,” jelasnya.
Sementara itu, Mahyudin yang ikut melakukan penyelamatan menceritakan, saat kejadian dirinya bersama Sabriansyah sedang bersiap pulang setelah memancing.
“Kami dapat di Pulau Gusung, ada yang teriak minta tolong. Teman saya bilang cepat ke sana karena ada suara minta tolong dan terlihat jeriken,” ujarnya.
Mereka kemudian langsung mengangkat jangkar dan menuju lokasi. Saat tiba, mereka menemukan sang paman terlebih dahulu.
“Kami tanya ada berapa orang, pamannya bilang bertiga. Dia bilang dua lainnya ada dekat belat Pulau Gusung,” katanya.
Mahyudin bersama rekannya lalu kembali menyisir lokasi dan menemukan kakak korban dalam kondisi lemas sambil tetap berenang memegang adiknya.
“Kakaknya sudah lemas, tapi masih berenang sambil memegang adiknya. Saat kami temukan, adiknya sudah mengambang,” ungkapnya.
Mahyudin mengaku sempat melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) terhadap korban sebelum akhirnya memutuskan segera membawa semuanya ke darat dan menghubungi BPBD PPU.
Diketahui, ketiga korban berangkat memancing sejak pukul 07.00 Wita menggunakan kapal berukuran kecil menuju area bagang dan Pulau Gusung. Sekitar pukul 15.00 Wita, angin bertiup cukup kencang disertai ombak besar. Kondisi kapal yang kecil dan kurang baik diduga membuat kapal terbalik dan tenggelam.
Editor: Erwin