Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan program tersebut telah dilaporkan kepada Bupati PPU, Mudyat Noor, dan mendapat dukungan untuk dijalankan kembali.
“Jadi kita akan menghidupkan lagi Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting atau Genting,” kata Jansje, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, gerakan tersebut mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), perusahaan hingga perbankan agar ikut berpartisipasi dalam penanganan stunting di PPU.
“Jadi itu menyasar kepala SKPD, mungkin pihak perusahaan termasuk perbankan. Kita minta partisipasinya untuk sama-sama karena stunting ini bukan PR orang kesehatan sebenarnya, tapi PR kita bersama,” ujarnya.
Menurut Jansje, penyebab stunting bersifat holistik sehingga penanganannya tidak bisa hanya dilakukan dari sisi kesehatan. Faktor ekonomi, sosial hingga pola asuh orang tua juga menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan keinginan bersama, khususnya bupati PPU, untuk menurunkan angka stunting di daerah itu melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Mungkin Dinas Pertanian nanti bisa membantu dengan memberikan beras atau dinas lainnya, sehingga kita bersama-sama tekankan stunting,” tutupnya.
Editor: Erwin