Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) PPU, Hendro. Menurutnya, beasiswa stimulan prestasi diperuntukkan bagi mahasiswa dan pelajar berprestasi, termasuk mahasiswa jenjang sarjana dan Diploma III.
Selain itu, program tersebut juga mencakup bantuan tugas akhir, santri pondok pesantren, paskibraka, mahasiswa kedokteran, hingga dokter muda.
“Pendaftaran sudah dibuka. Beasiswa kita kelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu beasiswa stimulan prestasi, beasiswa nawasena dan beasiswa religi,” kata Hendro, kepada Korankaltim.com, Rabu (13/5/2026).
Ia menerangkan, beasiswa stimulan prestasi akademik jenjang sarjana dan diploma mensyaratkan nilai KHS minimal 3,25 untuk non eksakta dan 3,00 untuk eksakta, dengan batas maksimal semester tujuh.
Sementara beasiswa tugas akhir diberikan kepada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dengan maksimal semester delapan.
“Beasiswa ini juga untuk santri pondok pesantren dan ada juga yang sudah tetap, yaitu beasiswa stimulan untuk Paskibraka. Jadi adik-adik kita yang ikut paskib mendapatkan prioritas untuk memperoleh beasiswa setiap tahunnya,” ujarnya.
Untuk kategori santri pondok pesantren, penerima harus tercatat sebagai santri di pondok pesantren dan masih berstatus siswa mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sederajat.
Adapun beasiswa Paskibraka diperuntukkan bagi pasukan pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2026 tingkat kabupaten maupun provinsi dengan status pelajar SMA sederajat.
Selain itu, Pemkab PPU juga membuka beasiswa bagi mahasiswa kedokteran serta mahasiswa kedokteran yang sedang menempuh pendidikan klinik atau co-assistant di rumah sakit.
Kategori kedua adalah beasiswa nawasena yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Hendro menjelaskan, penerima akan diverifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan Kementerian Sosial serta verifikasi faktual di lapangan oleh panitia beasiswa.
“Kemudian beasiswa adik-adik kita yang disabilitas dan terakhir beasiswa religi ini untuk penghafal kitab suci,” katanya.
Menurut Hendro, beasiswa religi nantinya melalui proses seleksi khusus. Termasuk di dalamnya beasiswa seni kaligrafi yang biasanya diambil dari hasil lomba tingkat kabupaten.
Meski demikian, anggaran beasiswa tahun ini mengalami penurunan signifikan. Jika tahun lalu mencapai Rp4,5 miliar, tahun ini hanya sebesar Rp1,8 miliar.
“Penurunan ini dikarenakan faktor efisiensi besar-besaran,” ungkap Hendro.
Ia menyebutkan, jumlah penerima beasiswa tahun ini diperkirakan sekitar 300 orang lebih. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 1.318 penerima. Namun, untuk kategori beasiswa nawasena dan beasiswa religi, jumlah penerima masih memungkinkan bertambah karena sifatnya fleksibel.
“Kita sudah share link yang sudah disosialisasikan melalui Humas Protokol,” tutupnya.
Editor: Erwin