Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian, terutama terkait peluang penambahan kuota haji bagi jamaah reguler.
“Kami akan mengupayakan peningkatan kuota haji, karena daftar tunggu saat ini semakin panjang. Apalagi dengan dihentikannya haji furoda, seharusnya hal ini bisa menjadi peluang untuk menambah kuota bagi jamaah reguler,” ujarnya.
Ia menilai, tanpa penambahan kuota, masa tunggu akan semakin lama dan berpotensi membuat calon jamaah harus berangkat di usia lanjut.
“Kalau kita lihat sekarang, jamaah lansia lebih banyak dibandingkan yang muda. Sementara yang muda umumnya merupakan jamaah pengganti karena orang tuanya sakit atau telah meninggal dunia,” katanya.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dapat mempertimbangkan penambahan kuota haji untuk daerah, agar antrean tidak semakin menumpuk.
Selain menyoroti kebijakan, Mudyat juga mengingatkan jamaah agar mempersiapkan diri secara matang, baik secara fisik maupun mental, mengingat kondisi di Tanah Suci yang padat.
“Jaga niat, jaga kebersamaan, karena jamaah membawa nama baik daerah. Juga jaga fisik dan kesehatan, mengingat di sana jutaan orang berkumpul sehingga diperlukan stamina yang baik,” pesannya.
Ia juga menitipkan harapan kepada para jamaah untuk mendoakan kemajuan daerah selama menjalankan ibadah. “Kami mohon doanya agar PPU bisa menjadi daerah yang lebih baik dan lebih maju ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, kepada petugas haji, Mudyat meminta agar seluruh jamaah mendapatkan pendampingan optimal selama perjalanan hingga kembali ke tanah air.
“Tolong dijaga jamaah dengan baik, pastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Editor: Erwin