Kapolsek Waru, IPTU Lilik, menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan aksi iseng atau benar terjadi.
“Terkait kebenaran berita, saat ini kami masih melakukan penelusuran. Namun, sejumlah langkah telah kami ambil dan rekap dengan bukti pendukung,” ujarnya saat diwawancarai Korankaltim.com, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan resmi. “Kami tidak bisa mengatakan itu pocong bohongan karena masih dalam proses penelusuran,” katanya.
Di tengah beredarnya isu tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terpancing ketakutan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan, seperti menakut-nakuti pengguna jalan di ruas jalan provinsi.
Sebagai langkah antisipasi, patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) digelar dengan menyasar titik-titik rawan, termasuk kawasan warung warga dan sekitar gerbang Penangkaran Rusa di Desa Api-Api.
“Kami mengimbau warga untuk segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar,” tutupnya.
Editor: Erwin