Astri, warga Penajam mengatakan minyak Bimoli sulit didapat dari agen, sehingga memengaruhi stok dan harga di pasaran.
“Saya sudah beberapa minggu ini pesan ke agen, tapi selalu kosong,” ujar Astri kepada Korankaltim, Selasa (21/4/2026).
Terakhir kali Astri menjual minyak Bimoli kemasan 2 liter dengan harga Rp42 Ribu namun saat mengecek ke swalayan, harga minyak yang sama telah naik menjadi Rp47 Ribu. Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada satu merek, melainkan hampir semua minyak goreng di pasaran.
“Semua minyak harganya naik, kecuali Minyak Kita,” jelasnya.
Minyak Kita sendiri merupakan produk subsidi pemerintah yang harganya tetap stabil. Saat ini, minyak tersebut dijual dengan harga Rp33 Ribu untuk kemasan 2 liter. Kondisi ini membuat banyak masyarakat beralih ke Minyak Kita karena lebih terjangkau.
“Sejak harga minyak lain naik, banyak masyarakat membeli Minyak Kita,” kata Astri.
Keberadaan Minyak Kita justru memberikan keuntungan bagi pedagang karena distribusinya lancar dan permintaan tinggi.
“Dengan adanya Minyak Kita, saya lebih untung dan distribusinya lancar terus,” tutup Astri.
Editor : Aspian Nur