Kepala Dinsos PPU Ainie mengungkapkan, keluarga tersebut sempat hidup tanpa kepastian sebelum akhirnya mendapat penanganan. “Ada kasus satu keluarga berjumlah empat orang terlantar. Kami tampung dan berikan layanan agar mereka bisa sehat dan makan dengan layak sambil menunggu pemulangan ke daerah asal,” papar Ainie kepada Korankaltim.com Jumat (10/4/2026).
Rumah Singgah yang berada di di Jalan Provinsi Kilometer 4 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam dan dibangun sejak 2025 dengan anggaran Rp650 Juta itu sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meski kapasitasnya terbatas, fasilitas di rumah tersebut tersebut telah beberapa kali digunakan untuk menampung warga terlantar, termasuk anak-anak. “Rumah singgah ini menjadi tempat aman sementara bagi mereka yang membutuhkan, seperti orang terlantar, anak jalanan, korban kekerasan, hingga korban bencana,” kata Ainie.
Dengan dukungan dua petugas, satu pria dan satu wanita, rumah singgah ini memiliki dua kamar utama serta satu kamar khusus bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ainie juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan warga yang membutuhkan bantuan. “Kami berharap RT, RW, kelurahan, dan desa segera melapor jika ada kejadian orang terlantar. Kami siap menindaklanjuti karena ini merupakan tugas kami,” ucapnya.
Keberadaan rumah singgah ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi persoalan sosial di PPU, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi warga yang membutuhkan perlindungan sementara.
Editor : Aspian Nur