Hal ini diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung (RSUD RAPB) PPU dr Lukasiwan. “Terkait bantuan CT Scan sudah kami usulkan Alhamdulillah diterima. Insya Allah akan disosialisasikan sesuai jadwal dari Kemenkes bulan Mei mendatang,” kata Lukiswan kepada Korankaltim.com Kamis (2/4/2026).
Dengan adanya fasilitas CT scan tersebut, masyarakat PPU tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk pemeriksaan lanjutan.
“Jika masyarakat membutuhkan CT scan tidak perlu lagi dirujuk ke Balikpapan ataupun ke Rumah Sakit Hermina di IKN,” sebut Lukiswan lagi.
“Bantuan yang akan diterima satu unit. Ini pengadaannya dari kementerian, sehingga kami hanya sebagai penerima manfaat dan tidak mengetahui berapa nilai anggarannya,” imbuhnya.
Terkait kondisi sumber daya manusia di RSUD RAPB, untuk tahun ini mereka menyiapkan 10 tenaga kesehatan untuk ICU PICU, namun masih mengalami kekurangan perawat.
“Untuk pegawai, sementara tahun ini ada 10 orang tenaga ICU PICU. Namun saat ini kami masih kekurangan perawat,” paparnya.
Di sisi pelayanan, RSUD RAPB juga terus menjalankan program “Sapa Ramah” berupa layanan antar jemput pasien. Program ini telah berjalan sejak 2021 dan baru Launching 2025.
“Untuk Sapa Ramah atau antar jemput pasien sampai rumah, sejak 2021 sudah berjalan dan kembali diluncurkan pada 2025 kemarin. Saat ini mobil operasional baru satu unit karena keterbatasan tenaga driver,” jelas Lukiswan.
Layanan tersebut memiliki kriteria khusus bagi penerima manfaat. Syarat pelayanan ini diperuntukkan bagi warga Kabupaten PPU, kecuali Kecamatan Sepaku, serta peserta BPJS PBI. “Program ini memang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki kendaraan untuk berobat,” pungkas Lukiswan.
Editor : Aspian Nur