Tercatat sebanyak 30.544 kendaraan masuk ke kawasan IKN dengan total 143.126 pengunjung dalam data yang dirilis IKN dua hari lalu, melampaui capaian periode libur Lebaran tahun sebelumnya yang mencatat 64 ribu pengunjung pada 27 Maret hingga 5 April 2025, dengan puncak harian 14.104 orang.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw menjelaskan, peningkatan kunjungan terjadi seiring dibukanya akses tol dari Balikpapan menuju IKN.
“Peningkatan kunjungan terjadi seiring dibukanya akses menuju IKN dari Balikpapan melalui jalan tol jam enam pagi sampai jam enam sore,” jelas Troy kepada Korankaltim.com Jumat (27/3/2026).
Selain akses yang semakin mudah, sejumlah kawasan di IKN juga dibuka untuk umum. Plaza Seremoni dapat diakses hingga pukul 21.00 WITA sementara kawasan Pilar Istana Negara dibuka hingga pukul 17.00 WITA.
Aktivitas pengunjung terpusat dibeberapa titik seperti Nusantara Park dan Sentra Massa IKN. Di lokasi tersebut masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas publik mulai dari area kuliner, ruang terbuka, pusat informasi hingga sarana rekreasi.
“Dengan semakin lengkapnya fasilitas yang tersedia, kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati kunjungan ke IKN dengan nyaman, aman, dan berkesan,” kata Troy.
Beragam aktivitas turut meramaikan kawasan, di antaranya pertunjukan musik dan tarian di Nusantara Park, serta fasilitas edukatif di Sentra Massa IKN seperti Pusat Informasi Nusantara yang dilengkapi mini teater dan maket kawasan. Pengunjung juga dapat mencoba permainan tradisional di amphitheater.
Sejumlah titik rekreasi lainnya seperti Embung MBH, kawasan glamping, hingga Plaza Bhinneka yang memiliki penanda Titik Nol IKN dan patung proklamator, turut menjadi destinasi favorit.
Namun jembatan kaca di kawasan glamping menjadi salah satu magnet utama. Tingginya minat pengunjung membuat antrean tak terhindarkan.
Tammi, seorang pengunjung mengaku antusias melihat perkembangan kawasan IKN yang semakin lengkap. “Kali ini senang karena selain ada yang baru, jembatan kaca, sudah banyak UMKM yang jual makanan dan minuman, jadi memudahkan,” papar Tammi.
Untuk mencapai jembatan kaca, pengunjung harus bergantian karena kapasitas terbatas. “Karena lokasinya di puncak, jadi bergantian, yang di atas turun, yang dari bawah naik. Gantian juga untuk berfoto,” katanya.
Editor :Aspian Nur