Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU Gunawan menjelaskan hal itu usai rapat evaluasi luas tambah tanam (LTT) dan percepatan musim tanam (MT) kedua pada Kamis (26/3/2026) hari ini.
Diungkapkannya, percepatan pelaksanaan tanam pada MT 2 masih menghadapi kendala di lapangan. “Kami diminta kesanggupan kapan bisa melaksanakan percepatan tanam di MT 2 tapi balai penyuluhan menyampaikan belum siap tanam karena masih memasuki masa panen, dengan puncaknya setelah Lebaran,” kata Gunawan Kamis (26/3/2026).
Namun kondisi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai keterlambatan. Kalau mengacu pada kalender tanam indeks pertanaman (IP) 300, idealnya penanaman pada MT 2025 dilakukan pada Oktober dan panen berlangsung pada Januari.
“Hanya saja realisasinya, laporan Januari hingga Februari baru sekitar 2.400 hektare yang panen lebih dulu, terutama di wilayah pesisir,” jelasnya.
Wilayah pesisir yang lebih dulu melakukan panen dan tanam meliputi Kampung Baru, Sesumpu, Pejala, Saloloang, hingga Sidorejo. Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki capaian tanam yang cukup baik.
Sementara itu, untuk pelaksanaan tanam MT 2 pada Februari 2026, realisasinya baru mencapai 261 hektare. Ia menyebut masih ada sejumlah lahan yang belum ditanami karena masih dalam tahap pengolahan tanah.“Artinya, dari lahan yang sudah dipanen, sebagian masih belum ditanam kembali dan masih dalam proses pengolahan,” pungkasnya.
Editor : Aspian Nur