Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila menjelaskan, berdasarkan prediksi, pada akhir Mei wilayah PPU akan mulai memasuki tahap awal kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga September.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD PPU telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Fokus utama adalah memastikan kesiapan personel dan peralatan, terutama untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan.
“Kami akan memastikan kesiapan personel, persiapan peralatan terkait kebakaran hutan atau dampak kekeringan atau kekurangan air bersih warga. Kita akan optimalkan alat kita,” ujar Nurlaila kepada Korankaltim.com Rabu (25/3/2026) hari ini.
Namun BPBD PPU menghadapi kendala utama dalam penyediaan sumber air. Minimnya embung atau penampungan air menjadi tantangan yang hingga kini belum teratasi. “Kami kesulitan pasokan air karena jarang ada embung,” ungkapnya.
Selama ini, BPBD kerap mengambil air dari Taman Rozelin dan area sekitar Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU namun kedua sumber tersebut kini tidak lagi dapat diandalkan secara optimal.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD PPU akan segera menggelar rapat persiapan untuk mematangkan strategi menghadapi musim kemarau. “Kami akan lakukan rapat persiapan dalam waktu dekat. Intinya kita hanya kesulitan mencari sumber air,” tutup Nurlaila.
Editor : Aspian Nur