Ia mengatakan jalur tersebut akan memperpendek akses dari Kutai Barat menuju PPU dibandingkan harus melalui Samarinda.
“Jadi jalan Sotek–Bongan ini sangat menguntungkan Kabupaten PPU, terutama dari Kutai Barat, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan harus lewat Samarinda,” ujar Baharudin, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kondisi jalan di Kubar saat ini sudah cukup baik sehingga yang dibutuhkan hanya peningkatan akses dari wilayah perbatasan menuju PPU.
“Jalan di Kutai Barat sebenarnya sudah bagus. Tinggal akses dari perbatasan menuju Kabupaten PPU yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Baharudin juga menyebut proyek tersebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan pemerintah dan kemungkinan akan dilaksanakan secara bertahap melalui skema multiyears. “Rencana itu sudah masuk, kemungkinan melalui skema multiyears tahun ini,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui saat ini pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran karena kondisi fiskal yang mengalami penurunan. Kendati begitu, pembangunan jalan tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah.
“Untuk anggaran memang ada kendala karena kondisi fiskal kita berkurang. Namun yang jelas, pembangunan jalan itu masuk dalam skala prioritas pemerintah,” tegasnya.
Pembangunan akses jalan Sotek–Bongan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi antara Kabupaten PPU dan Kubar.
Editor: Erwin