Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, mengatakan program tersebut sebenarnya lebih bersifat imbauan kepada masyarakat agar segera menyelesaikan tunggakan pembayaran air.
“Di PDAM kita ada program triwulan, yaitu program pemutusan atau penyegelan bagi pelanggan yang menunggak lebih dari tiga bulan. Sebenarnya ini lebih ke himbauan kepada masyarakat, kalau punya tunggakan dan tidak bisa dibayar sekaligus, silakan dicicil,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar keberlangsungan operasional perusahaan tetap terjaga. Saat ini, Perumda Air Minum Danum Taka diharapkan mampu berdiri secara mandiri tanpa ketergantungan besar pada bantuan.
“Kita berharap semua pelanggan bisa gotong royong, karena sekarang PDAM harus berdiri di bawah kaki sendiri,” katanya.
Menurutnya, jumlah pelanggan yang menunggak cukup besar. Tercatat hampir 1.000 sambungan rumah (SR) memiliki tunggakan pembayaran.
“Yang menunggak lumayan banyak, hampir 1.000 sambungan rumah. Kalau diakumulasi nilainya bisa mencapai sekitar Rp1,8 miliar,” jelasnya.
Namun setelah imbauan disampaikan kepada masyarakat, mulai terlihat peningkatan pembayaran dari pelanggan yang sebelumnya menunggak.
“Sekarang setelah kita keluarkan himbauan ini, masyarakat sudah mulai kembali membayar,” ungkapnya.
Abdul Rasyid menilai sebagian besar masyarakat sebenarnya tidak berniat menunggak pembayaran air. Salah satu kendala yang sering terjadi adalah biaya transportasi untuk datang ke kantor PDAM yang terkadang lebih besar dibandingkan jumlah tagihan yang dibayarkan.
“Sebenarnya masyarakat kita bukan tidak mau membayar. Kadang-kadang jumlah yang dibayar lebih kecil dibandingkan usaha datang ke sini. Naik motor ke kantor bisa habis sekitar Rp20.000, sementara yang dibayar hanya Rp15.000, jadi lebih mahal ongkos ke sininya,” pungkasnya.
Editor: Erwin