Kepala BPBD PPU, Kuncoro, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan program dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan saat ini masih dalam tahap proses lelang di Jakarta.
“Itu proyek BMKG. Informasi dari Kepala BMKG, saat ini masih dalam proses lelang oleh Badan Meteorologi di Jakarta,” ujar Kuncoro, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, terdapat dua titik yang direncanakan menjadi lokasi pemasangan alat tersebut, yakni di Manggar, Kota Balikpapan, dan Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU.
BPBD PPU belum mengetahui secara pasti jadwal awal pemasangan maupun besaran anggaran proyek tersebut karena seluruh proses pengadaan menjadi kewenangan BMKG.
“Untuk anggaran kami tidak mengetahui, karena kami hanya menerima barang saja,” katanya.
Ia menambahkan, alat EWS nantinya akan ditempatkan di Kantor BPBD PPU dan dikoneksikan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya nelayan, apabila terjadi potensi gelombang tinggi.
“Dengan adanya EWS, kami lebih mudah memberitahukan kepada para nelayan jika terjadi gelombang tinggi. Rencananya alat akan ditaruh di BPBD PPU dan dikoneksikan di situ,” terangnya.
Pemasangan EWS tersebut ditargetkan terealisasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir.
Editor: Erwin